Wakasad Letjen Mohammad Saleh Mustafa: Prajurit Melanggar, Cerminan Kualitas Kepemimpinan Dansat

JurnalPatroliNews – Jakarta – Pilar kepemimpinan di dalam tubuh institusi militer memegang peranan yang sangat krusial dalam menentukan arah keberhasilan organisasi.

Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad), Letjen TNI Mohammad Saleh Mustafa, memberikan penegasan kuat bahwa figur kepemimpinan dari seorang Komandan Satuan atau Dansat merupakan kunci utama bagi terwujudnya keberhasilan agenda pembinaan satuan serta performa prajurit di koridor lingkungan TNI Angkatan Darat.

Penekanan mendasar tersebut disampaikannya sewaktu memberikan pengarahan resmi di hadapan 102 orang personel calon Komandan Batalyon (Danyon) serta Wakil Komandan (Wadan) Batalyon Teritorial Pembangunan atau Yon TP Tahap IV.

Agenda pengarahan tatap muka tersebut diselenggarakan di Aula Jenderal Besar A.H. Nasution, Markas Besar Angkatan Darat, Jakarta, pada Rabu (20/5).

Di dalam draf arahannya, Wakasad menitikberatkan poin penting mengenai urgensi penerapan pola kepemimpinan lapangan yang mengusung karakter visioner sekaligus humanis.

Para calon pimpinan satuan tersebut dituntut untuk andal dalam mengintegrasikan keahlian kemampuan tempur konvensional dengan implementasi fungsi teritorial di lapangan.

Langkah integrasi ini dinilai strategis guna menyokong akselerasi percepatan pembangunan nasional sekaligus memperkokoh sistem ketahanan wilayah di berbagai daerah.

Menurut penilaian Jenderal bintang tiga tersebut, proyek pembentukan satuan Yon TP ini merupakan bagian dari cetak biru transformasi organisasi TNI AD dalam rangka mendukung penuh suksesi program-program kerja prioritas yang diusung oleh Presiden RI, Prabowo Subianto.

Melalui skema ini, TNI AD didesain untuk tidak sekadar memiliki kualifikasi kemampuan tempur yang profesional semata, namun juga diproyeksikan andal dalam menyokong dinamika pembangunan daerah, menggerakkan pemberdayaan masyarakat, hingga cepat tanggap dalam memitigasi berbagai potensi kerawanan wilayah.

Esensi Disiplin Internal dan Penghargaan Terhadap Kontribusi Prajurit Wakasad juga melempar peringatan kepada seluruh jajaran bahwa tantangan tugas pertahanan ke depan dipastikan akan tumbuh berkembang menjadi semakin kompleks.

Atas dasar kondisi tersebut, para calon pimpinan satuan secara mutlak dituntut untuk memiliki kapasitas berpikir taktis strategis, penguasaan terhadap perkembangan teknologi modern, serta wajib memelihara kepekaan nurani yang tinggi terhadap dinamika sosial yang bergejolak di tengah lapisan masyarakat luas.

Variabel lain yang tidak luput dari sorotan tajam Wakasad adalah perihal peran vital komandan satuan dalam melakukan pembinaan tingkat disiplin internal prajurit.

Saleh Mustafa menggarisbawahi bahwa kualitas sejati dari kepemimpinan seorang komandan akan langsung tercermin dari kondisi nyata dan perilaku harian yang ditunjukkan oleh anggotanya di dalam satuan.

Ia memberikan kalimat tegas bahwa apabila sampai di kemudian hari terjadi peristiwa pelanggaran hukum atau etik oleh prajurit, maka hal tersebut secara langsung merefleksikan bagaimana kualitas kepemimpinan dari komandan satuannya sendiri.

Pelaksanaan agenda pengarahan ini juga difungsikan sebagai wadah strategis untuk mempertebal serta memperkuat kesamaan pemahaman para calon Danyon dan Wadanyon.

Pemahaman tersebut difokuskan pada aspek teknis pembinaan personel, eskalasi pembinaan kemampuan satuan, hingga formulasi taktis dalam membangun jiwa korsa prajurit yang bernilai positif lewat serangkaian program pembinaan di tingkat internal satuan.

Menutup jalannya pengarahan, Wakasad menaruh asa yang besar agar para komandan satuan ke depan tidak bersikap kaku, melainkan bersedia memberikan ruang gerak yang cukup bagi prajurit untuk mengeksplorasi dan mengembangkan potensi kemampuan diri mereka.

Ia juga berpesan agar pimpinan selalu memberikan apresiasi yang tulus atas setiap sumbangsih positif yang ditorehkan oleh anggota.

Ia memungkas arahannya dengan mengingatkan bahwa sekecil apa pun bentuk kontribusi positif yang diberikan oleh seorang prajurit, hal itu wajib diberikan penghargaan yang layak, karena tindakan sederhana tersebut dinilai andal dalam membangun moral semangat serta loyalitas murni anggota terhadap satuannya.

Komentar