Zero Plastik, Tanam 1.000 Pohon! Sudaji Siapkan Fun Run Unik untuk Bali

JurnalPatroliNews | Buleleng — Desa Sudaji, Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng, Bali, bersiap menggelar Sudaji Peace Trail Fun Run 2026 pada 20 September 2026. Ajang lari sepanjang 6 kilometer tersebut dirancang bukan semata sebagai kegiatan olahraga, tetapi sebagai gerakan bersama untuk memperkuat kesadaran lingkungan, membangun perdamaian, sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat desa.

Mengusung tema Nangun Sat Kerthi Loka Bali, kegiatan ini memperkenalkan konsep mindful running atau lari kesadaran. Peserta tidak hanya diajak menikmati rute alam, tetapi juga diingatkan mengenai pentingnya menjaga lingkungan sebagai bagian dari upaya mempertahankan keberlanjutan Bali.

Ketua Panitia Pelaksana Sudaji Peace Trail Fun Run 2026, Ketut Susana atau Sansan, mengatakan kegiatan tersebut lahir dari komitmen masyarakat Sudaji untuk mengembangkan model pariwisata hijau yang bertumpu pada kelestarian alam dan nilai kemanusiaan.

“Sudaji Peace Trail Fun Run 2026 bukan sekadar ajang olahraga, melainkan gerakan kesadaran kolektif untuk memperkuat perdamaian, kelestarian lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat desa,” ujar Sansan.

Konsep kegiatan juga dibuat berbeda dengan ajang lari pada umumnya. Panitia menerapkan prinsip zero waste dan mengklaim kegiatan tersebut sebagai fun run tanpa plastik pertama di Bali.

Setiap peserta diwajibkan membawa tumbler pribadi. Sementara medali yang diberikan dirancang menggunakan material ramah lingkungan berbahan dasar kayu atau bambu.

Konsep tersebut menjadi bagian dari kampanye “Cantik Tanpa Plastik, Unik dengan Organik”, yang ingin membawa pesan bahwa kegiatan olahraga dapat berjalan beriringan dengan upaya menjaga lingkungan.

Selain berlari, peserta juga akan dilibatkan dalam program Run & Plant dengan target penanaman sebanyak 1.000 bibit pohon.

Program tersebut diarahkan untuk membantu menjaga kawasan hulu Bali sekaligus memperkuat kesadaran masyarakat mengenai pentingnya konservasi lingkungan.

Sansan menilai gerakan pelestarian tidak cukup hanya dilakukan melalui kebijakan atau forum formal. Menurutnya, diperlukan keterlibatan langsung masyarakat dan para pemangku kepentingan di lapangan.

“Kami tidak bisa menyelamatkan Bali hanya dari balik meja kantor. Kami menyelamatkan Bali dengan berlari, menanam, dan mencintai tanah desa kami,” tegasnya.

Sebagai bagian dari kampanye tersebut, panitia mengundang Gubernur Bali, bupati, camat, kepala dinas, hingga para perbekel se-Bali untuk ikut dalam sesi lari simbolis sepanjang 1 kilometer.

Para pejabat yang berpartisipasi juga diimbau membawa satu bibit pohon yang selanjutnya ditanam secara serentak di kawasan Taman Perdamaian Sudaji.

Keterlibatan para pemangku kebijakan tersebut diharapkan menjadi contoh bahwa pelestarian lingkungan membutuhkan aksi nyata dari seluruh lapisan masyarakat.

Dengan menggabungkan olahraga, konservasi, perdamaian dan pemberdayaan ekonomi desa, Sudaji ingin menjadikan Peace Trail Fun Run sebagai bagian dari identitas baru pariwisata yang lebih berkelanjutan.

Desa Sudaji berharap kegiatan tersebut dapat memperkenalkan potensi wisata hijau sekaligus menunjukkan bahwa desa mampu menjadi pelopor kegiatan olahraga berbasis lingkungan yang memiliki dampak lebih luas bagi Bali.

Melalui konsep mindful running, zero waste, dan penanaman 1.000 pohon, Sudaji membawa pesan bahwa langkah kecil di tingkat desa dapat menjadi gerakan besar untuk menjaga alam Bali.

Komentar