Di Dewan HAM, RI Serukan Tindakan Tegas Terhadap Aksi Kekerasan Rasial

 15 dibaca,  2 dibaca hari ini

JurnalPatroliNews – JENEWA – Dewan HAM PBB semalam menggelar debat mendesak mengenai kekerasan rasial. Penyelenggaraan debat ini diminta oleh kelompok Afrika untuk menghadapi maraknya kekerasan rasial, khususnya kasus George Floyd di Amerika Serikat (AS) yang mendapat perhatian global.

Di debat tersebut, Duta Besar Indonesia untuk PBB di Jenewa, Hasan Kleib menyatakan keprihatinan terhadap aksi kekerasan dan diskriminasi yang terjadi di berbagai belahan dunia, terutama yang disebabkan oleh meningkatnya kebencian berbasis ras ataupun kejahatan berbasis kebencian.

Hasan kemudian mengusulkan agar Dewan HAM dan KTHAM memperkuat kerja sama penghapusan diskriminasi rasial dan kekerasan dalam penegakan hukum. Aksi yang Indonesia usulkan adalah, pertama penghormatan dan toleransi atas perbedaan ras dan etnik di tingkat komunitas.

Berikutnya adalah penguatan budaya hukum dan akuntabilitas institusi hukum dan program pendidikan HAM di lembaga pendidikan kepolisian dan penegak hukum lainnya, yang juga melibatkan Komnas HAM atau lembaga negara lainnya.

Dia mengatakan, isu anti rasisme ini telah menjadi fokus politik luar negeri Indonesia sejak awal berdirinya Republik Indonesia. Di bawah kepemimpinan Presiden Soekarno, Indonesia membangun kesadaran bersama negara Asia Afrika dari praktik kolonialisme melalui penyelenggaraan Konferensi Asia-Afrika tahun 1955. Konferensi Asia Afrika ini menghasilkan Deklarasi Bandung yang salah satu dasa silanya meminta penghapusan rasisme.

“Dalam semangat Deklarasi Bandung ini, diplomasi HAM Indonesia tentunya terus lakukan langkah-langkah afirmatif untuk hapus segala bentuk diskriminasi di semua lini,” ucap Hasan, dalam pertemuan itu, seperti dikutip Sindonews dari siaran pers Perwakilan Tetap Indonesia di Jenewa pada Kamis (18/6/2020).

Indonesia, jelasnya, sebagai negara multi-etnik dan multi-ras, akan terus majukan semangat anti-rasisme sebagai salah satu pilar pemersatu di antara negara-negara berkembang.

Sementara itu, mewakili Core Group Convention Against Torture Initiative (CTI), Indonesia menyerukan zero tolerance terhadap rasisme dan diskriminasi, dan menyoroti pentingnya kebijakan penegakan hukum yang people-centered dan yang berorientasi pada pencegahan kekerasan.

Dalam debat itu, Dewan HAM PBB juga mendengarkan pesan video dari Philonise Floyd, adik kandung George Floyd, yang mendukung Dewan HAM untuk membentuk komisi penyelidikan pembunuhan warga kulit hitam oleh polisi di AS.

[sindo]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *