Tarif Impor AS Turun, Industri Alas Kaki Indonesia Diprediksi Makin Kompetitif

JurnalPatroliNews – Jakarta – Kebijakan baru pemerintah Amerika Serikat yang menurunkan tarif impor terhadap produk asal Indonesia menjadi 19 persen disambut positif oleh pelaku industri alas kaki Tanah Air.

Langkah ini diyakini akan memperkuat daya saing global dan mendorong peningkatan ekspor nasional di sektor padat karya tersebut.

Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) menyebut bahwa penyesuaian tarif ini bisa menjadi momentum strategis bagi industri alas kaki untuk menarik lebih banyak investor, serta memperluas pasar ekspor. Sektor ini sendiri dikenal sebagai penyerap tenaga kerja dalam jumlah besar, terutama di kawasan Pulau Jawa.

Direktur Eksekutif Aprisindo, Yoseph Billie Dosiwoda, mengatakan bahwa kebijakan tarif baru memberikan peluang untuk bersaing lebih unggul dibanding negara-negara produsen alas kaki utama lainnya seperti Vietnam, Malaysia, dan Thailand.

“Dengan tarif baru sebesar 19 persen, Indonesia punya peluang untuk meningkatkan volume ekspor dan menjadi tujuan investasi yang lebih menarik di sektor alas kaki,” ujar Billie, Sabtu, 19 Juli 2025.

Industri alas kaki nasional saat ini mempekerjakan sekitar 960 ribu tenaga kerja langsung, dengan tambahan lebih dari 1,3 juta pekerja di sektor pendukung. Tak hanya sebagai sumber lapangan kerja, sektor ini juga berperan penting dalam menjaga kestabilan ekonomi Indonesia.

Berdasarkan data dari Aprisindo, total ekspor alas kaki Indonesia ke Amerika Serikat pada tahun 2024 mencapai nilai 2,39 miliar dolar AS atau sekitar Rp38,95 triliun. Penurunan tarif ini disebut akan memberi keunggulan kompetitif dibanding negara pesaing: Vietnam dikenai tarif 20 persen, Malaysia 25 persen, sementara Kamboja dan Thailand masing-masing harus membayar 36 persen.

“Pekerja kita di sektor alas kaki memiliki keterampilan yang mampu memenuhi standar tinggi dari para pembeli internasional. Ini adalah kekuatan utama yang harus terus dijaga,” tambah Billie.