JurnalPatroliNwes – Jakarta – Suasana mendadak riuh di dalam salah satu gerbong kereta cepat Whoosh yang tengah melaju menuju Bandung, Rabu malam, 6 Agustus 2025. Para penumpang tak menyangka bahwa perjalanan malam itu akan menjadi pengalaman tak terlupakan karena mereka berbagi gerbong dengan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.
Kehadiran Presiden dalam rangka kunjungan kerja ke Jawa Barat sontak menciptakan gelombang antusiasme. Rasa takjub, bangga, dan bahagia tampak menyatu dalam ekspresi para penumpang. Banyak yang langsung mengeluarkan ponsel untuk mengabadikan momen langka tersebut.
Kereta tiba di Stasiun Tegalluar, Bandung, sekitar pukul 20.40 WIB. Presiden Prabowo keluar dari pintu kereta didampingi oleh Sekretaris Kabinet, melambaikan tangan sambil menuruni eskalator. Tidak lama kemudian, ia kembali naik ke eskalator berikutnya untuk menuju pintu keluar dengan pengawalan yang ketat.
Di pintu gerbang, awak media sempat melontarkan pertanyaan mengenai kesan Presiden terhadap kereta cepat—proyek transportasi besar yang diresmikan pada era Presiden Joko Widodo. Dengan singkat, Prabowo memberikan jawabannya sambil tersenyum dan mengangkat jempol, “Bagus.”
Setelah itu, Presiden diarahkan menuju kendaraan dinas yang telah menunggu di luar stasiun. Namun perjalanannya keluar dari area publik tak berjalan mulus—bukan karena masalah keamanan, melainkan karena sambutan hangat dari masyarakat yang telah menunggu di jalur keluar.
Warga yang telah berkumpul tampak bersemangat ingin menyapa dan mendekat. Banyak yang mencoba memanfaatkan momen langka ini untuk berswafoto dengan orang nomor satu di Indonesia.
Meskipun dikawal ketat oleh tim pengamanan, Presiden Prabowo tetap menyempatkan diri menyapa warga dan bahkan melayani permintaan foto bersama. Suasana menjadi meriah, penuh kehangatan dan keakraban. Beberapa warga bahkan harus bersaing mencari posisi terbaik agar bisa muncul dalam jepretan kamera bersama Presiden.
Setelah menyapa masyarakat, Presiden melanjutkan perjalanannya menuju hotel tempatnya menginap untuk beristirahat, sebelum melanjutkan rangkaian agenda kerja di Kota Bandung keesokan harinya.













