Shutdown Pemerintahan AS Lumpuhkan Sektor Penerbangan, Ribuan Penerbangan Terhambat

JurnalPatroliNews – Washington- Penutupan pemerintahan atau government shutdown yang sedang berlangsung di Amerika Serikat (AS) mulai memberikan dampak serius pada sektor penerbangan negara itu.

Badan Penerbangan Federal (FAA) kembali menunda ribuan penerbangan untuk hari ketiga berturut-turut pada Rabu, 8 Oktober 2025, khususnya di Bandara Nasional Reagan Washington dan Bandara Internasional Newark Liberty.

Kekurangan staf yang parah akibat penutupan pemerintahan membuat banyak jadwal penerbangan terganggu. Hingga pukul 5:30 sore waktu setempat, hampir 3.000 penerbangan terpaksa ditunda, menyusul 10.000 penundaan lainnya yang terjadi dalam dua hari sebelumnya.

Gangguan ini disebabkan oleh ketidakhadiran pengendali lalu lintas udara di beberapa fasilitas utama, yang semakin memperburuk situasi saat penutupan pemerintah memasuki hari kedelapan.

Menteri Perhubungan AS, Sean Duffy, mengungkapkan betapa besar dampak kekurangan staf pada penerbangan. “Biasanya, hanya 5 persen keterlambatan disebabkan oleh masalah staf di menara kami.

Namun kini, angkanya melonjak menjadi 53 persen,” ujar Duffy dalam wawancara dengan Fox News, dikutip dari Reuters, Kamis, 9 Oktober 2025.

Duffy juga menekankan pentingnya kehadiran pengendali lalu lintas udara dalam situasi ini. “Pesan saya untuk para pengatur lalu lintas udara: datanglah ke kantor, kalian punya pekerjaan yang harus dilakukan,” tegasnya.

Tingkat stres di kalangan pengendali lalu lintas udara semakin tinggi, dengan banyak di antaranya yang menolak bekerja karena khawatir mereka tidak akan dibayar. Hal ini mengingatkan pada krisis serupa yang terjadi pada 2019, ketika penutupan pemerintahan selama 35 hari menyebabkan banyak petugas absen karena tidak menerima gaji.

Dalam insiden tersebut, antrean pemeriksaan di bandara mengular, dan lalu lintas udara di New York sempat dilambatkan, hingga tekanan publik akhirnya memaksa pemerintah dan Kongres mencapai kesepakatan.

Saat ini, sekitar 13.000 pengendali lalu lintas udara dan 50.000 petugas TSA (Transportation Security Administration) tetap diharuskan bekerja meskipun tidak menerima gaji.

Mereka baru akan menerima sebagian gaji pada 14 Oktober untuk pekerjaan yang mereka lakukan sebelum penutupan dimulai.