JurnalPatroliNews – Jakarta – Kisah pilu datang dari Dusun Cindakko, Desa Bonto Somba, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros. Seorang ibu muda bernama Nina (21) harus ditandu sejauh tujuh kilometer menuju Puskesmas Tompobulu untuk melahirkan, akibat kondisi jalan yang rusak parah dan tidak dapat dilalui kendaraan.
Peristiwa itu terjadi di wilayah pegunungan yang minim akses transportasi. Warga sekitar bergotong royong memikul tandu secara bergantian demi menyelamatkan ibu dan bayi yang akan lahir.
Sesampainya di puskesmas, Nina berhasil melahirkan bayi laki-laki dalam kondisi sehat. Ia dirawat selama dua hari sebelum akhirnya pulang ke rumah dengan menempuh kembali perjalanan kaki sejauh tujuh kilometer, kali ini sambil menggendong bayinya yang baru lahir.
Kepala Desa Bonto Somba, Suparman, mengungkapkan bahwa kejadian serupa bukan kali pertama terjadi di wilayahnya. “Sudah beberapa kali warga kami ditandu ke puskesmas karena tidak ada akses kendaraan. Kami berharap pemerintah memperhatikan kondisi wilayah kami,” ujarnya, Minggu (12/10/2025).
Menurutnya, kerusakan jalan sudah berlangsung selama puluhan tahun tanpa ada perbaikan berarti. Kondisi tersebut tidak hanya menghambat akses layanan kesehatan, tetapi juga berdampak pada sektor pendidikan dan ekonomi masyarakat.
“Utamanya akses jalan agar mobilitas warga lancar, terutama untuk kebutuhan darurat seperti kesehatan,” tegas Suparman.
Kisah perjuangan Nina menjadi potret nyata kesenjangan pembangunan di pelosok negeri. Warga berharap pemerintah daerah dan pusat segera mengambil langkah konkret memperbaiki infrastruktur dasar agar tidak ada lagi nyawa yang terancam karena sulitnya akses menuju fasilitas kesehatan.














