Gubernur Jakarta Tegaskan Tak Ada Penolakan Pasien Warga Baduy di RS

JurnalPatroliNews – Jakarta – Gubernur Jakarta Pramono Anung menegaskan bahwa kabar mengenai penolakan salah satu rumah sakit di Jakarta terhadap seorang warga Baduy tidak benar.

Pernyataan ini disampaikan untuk menanggapi isu yang beredar seusai seorang warga Baduy disebut ditolak saat hendak berobat setelah menjadi korban pembegalan di kawasan Cempaka Putih, Jakarta Pusat, pada akhir Oktober lalu.

“Untuk warga Baduy, tidak benar ada penolakan dari rumah sakit. Saya sudah memanggil kepala dinas kesehatan untuk memastikan langsung ke lapangan,” kata Pramono saat ditemui di Gedung Balai Kota, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (6/11/2025).

Ia menjelaskan, kejadian tersebut hanya merupakan miskomunikasi. “Mohon maaf, memang terjadi miskomunikasi karena warga Baduy ini mungkin bahasanya sedikit kurang jelas,” ujarnya.

Menurut Pramono, setelah dilakukan pengecekan oleh Kepala Dinas Kesehatan Jakarta, tidak ditemukan adanya unsur penolakan dalam pelayanan medis tersebut.

Ia menegaskan bahwa seluruh rumah sakit di bawah naungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta tidak pernah dan tidak boleh menolak pasien dalam kondisi apa pun, termasuk masyarakat adat seperti warga Baduy.

“Tidak ada sama sekali larangan bagi rumah sakit untuk menerima pasien. Kepala dinas juga turun mengecek ke lokasi, dan hasilnya tidak ada penolakan. Jadi, itu sama sekali tidak benar,” tegasnya.

Pemprov Jakarta, lanjut Pramono, berkomitmen memastikan seluruh warga, tanpa terkecuali, mendapatkan pelayanan kesehatan yang adil dan layak, termasuk masyarakat dari daerah adat yang sedang berada di Jakarta.