JurnalPatroliNews – Jakarta – Warga di kawasan Sungai Bambu, Tanjung Priok, Jakarta Utara, mengeluhkan kondisi tumpukan sampah yang menggunung di tempat pembuangan sementara (TPS) di bawah Tol Wiyoto Wiyono. Penumpukan yang telah berlangsung lama itu kini menimbulkan bau menyengat dan mengganggu kenyamanan warga sekitar.
Berdasarkan pantauan di lokasi pada Senin (10/11/2025) siang, gunungan sampah yang didominasi oleh limbah rumah tangga tersebut mencapai ketinggian hampir tiga meter.
Salah satu warga, Nunung, mengatakan kondisi ini sudah berlangsung bertahun-tahun dan semakin parah karena warga dari luar kawasan Sungai Bambu juga membuang sampah di tempat yang sama.
“Iya, sudah lama, bertahun-tahun. Buangnya ke sini semua, jadi penuh banget. Sampahnya sampai hampir setinggi tol. Baunya juga nyengat banget,” ujar Nunung.
Sementara itu, Petugas Operasi Satuan Pelaksana (Satpel) Lingkungan Hidup Tanjung Priok, Misna, menjelaskan bahwa TPS Sungai Bambu menampung sampah dari empat kelurahan sebelum diangkut ke TPA Bantar Gebang, Bekasi.
Namun, tumpukan tak terhindarkan akibat kendala operasional di Bantar Gebang, terutama saat musim hujan.
“Kalau di Bantar Gebang hujan, alat berat tidak bisa beroperasi karena tanahnya licin dan rawan longsor. Jadi operator biasanya berhenti sementara,” jelas Misna.
Ia menambahkan, pihaknya telah mengerahkan personel dan armada untuk melakukan pembersihan besar-besaran atau “grebek sampah” agar penumpukan dapat segera diatasi.
“Selama cuaca terang, kami usahakan pembuangan bisa tuntas sampai Jumat. Intinya, kalau di Bantar Gebang tidak ada kendala, kami bisa bersihkan semua,” ujarnya.
Selain faktor cuaca, penumpukan di TPS Sungai Bambu juga dipengaruhi oleh longsornya sebagian area TPA Bantar Gebang yang memperlambat proses pengangkutan sampah.
Kondisi serupa juga dilaporkan terjadi di beberapa TPS lain di Jakarta Utara, seperti TPS 3R Rawa Badak Utara.
Warga berharap pemerintah daerah dapat mengambil langkah tegas agar permasalahan sampah di kawasan kolong tol ini tidak kembali berulang, mengingat lokasi tersebut berada di area padat permukiman.













