JurnalPatroliNews – Jakarta – Joko Widodo (Jokowi) hadir dalam 7th Annual Bloomberg New Economy Forum yang digelar selama tiga hari di Singapura, Rabu (19/11/2025) hingga Jumat (21/11/2025), sebagai anggota Dewan Penasihat Bloomberg New Economy.
Dalam pidatonya, Jokowi memamerkan kekuatan infrastruktur Indonesia sebagai fondasi penting dalam membangun ekonomi nasional ketika dirinya masih menjabat sebagai presiden.
“Tidak ada jalan pintas untuk membangun ekonomi yang kuat untuk 280 juta rakyat Indonesia. Itulah sebabnya kami fokus pada hal-hal mendasar seperti jalan, perumahan, kapal laut, pembangkit listrik, dan jaringan digital.
Tanpa infrastruktur yang kuat, ekonomi tidak bisa berkembang,” ujar Jokowi dalam pidatonya yang disiarkan melalui kanal YouTube Bloomberg New Economy, Jumat (21/11/2025).
Jokowi menjelaskan bahwa Indonesia telah membuat kemajuan penting dalam pengembangan infrastruktur, termasuk infrastruktur digital melalui pembangunan pusat data, peluncuran satelit baru, perluasan jaringan digital, dan peningkatan konektivitas di berbagai wilayah.
“Kami memperkenalkan regulasi yang mendorong bisnis lokal dan startup untuk berkembang. Dan hari ini, kami memiliki alasan kuat mengapa pembangunan infrastruktur dan regulasi yang tepat sangat penting sebelum memasuki ekonomi pintar,” lanjut Jokowi.
Ia menegaskan bahwa keberadaan infrastruktur yang mumpuni menjadi fondasi utama dalam membangun ekonomi pintar di Indonesia. Infrastruktur yang kuat, ujar Jokowi, mampu menciptakan konektivitas, jaringan data, dan integrasi teknologi yang dibutuhkan untuk mempercepat pertumbuhan ekosistem digital.
“Infrastruktur memberikan dasar untuk konektivitas, jaringan data, dan integrasi teknologi. Ini hal-hal yang membuat ekonomi pintar dapat tumbuh.
Kemudian dengan regulasi yang tepat, ekosistem digital dapat berkembang lebih kuat dan cepat, sehingga memungkinkan inovasi, teknologi, dan perusahaan bertumbuh bersama. Begitulah cara membangun peluang baru,” katanya.
Sebagai contoh konkret, Jokowi menyebut pesatnya perkembangan sejumlah perusahaan besar berbasis teknologi seperti Gojek, Tokopedia, Halodoc, dan Traveloka. Menurutnya, perusahaan-perusahaan tersebut tumbuh karena didukung infrastruktur digital yang memadai dan merata.
“Infrastruktur digital membuat teknologi bisa diakses semua orang. Jaringan di kota kecil memakai sistem yang sama dengan perusahaan besar di Jakarta,” pungkas Jokowi.














