Hujan Deras Bikin Jembatan Kalanganyar Runtuh, Ribuan Warga Terpaksa Memutar 5 Km

JurnalPatroliNews – Jakarta – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak, Banten, melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) meninjau jembatan penghubung antarkampung yang ambruk di Kampung Cikadueun, Desa Sangiangtanjung, Kecamatan Kalanganyar, Senin (24/11/2025).

Peninjauan dilakukan untuk memastikan tingkat kerusakan sekaligus menyusun langkah perbaikan. Pemkab Lebak memastikan rehabilitasi jembatan akan segera dilakukan setelah asesmen teknis rampung.

Kepala Pelaksana BPBD Lebak, Febby Rizki Pratama, menjelaskan bahwa jembatan tersebut sudah mengalami kerusakan sejak 2023.

Runtuhnya struktur jembatan kini berdampak besar kepada aktivitas warga di lima kampung, yang terpaksa memutar hingga 5 kilometer melalui jalur alternatif.

“Jembatan longsor pada Sabtu kemarin saat hujan deras. Luapan air merusak material jembatan yang memang sudah bermasalah sejak 2023,” ujar Febby saat meninjau lokasi.

BPBD Lebak telah melakukan asesmen awal dan akan berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).

Hasil perhitungan kebutuhan anggaran akan segera disampaikan kepada Bupati Lebak. Meski demikian, Febby belum dapat memastikan kapan pekerjaan perbaikan dimulai.

“Pekerjaan memungkinkan dilakukan tahun ini, tetapi jika tidak, maka perbaikan akan dilaksanakan pada 2026. Jembatan ini sangat krusial untuk aktivitas masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Kasi Pemerintahan Desa Sangiangtanjung, Sopandi, mengatakan derasnya hujan dan tumpukan sampah daun bambu meningkatkan debit air hingga menggerus pondasi jembatan.

“Pas hujan itu sampahnya juga banyak, jadi air tidak berjalan normal,” ungkapnya.

Dengan keterbatasan anggaran desa, Sopandi berharap pemerintah daerah dapat segera memperbaiki jembatan tersebut. Ia menjelaskan bahwa warga Kampung Cilanggong dan Dalung sangat bergantung pada akses itu untuk menuju Kecamatan Rangkasbitung dan wilayah lain.

“Setelah jembatan ambruk, akses benar-benar terputus. Harapannya perbaikan bisa segera dilakukan,” ujarnya.

Diketahui, jembatan yang menjadi akses utama warga tersebut ambruk pada Sabtu (22/11/2025) sore akibat tingginya curah hujan yang memicu luapan anak Sungai Cilandak.

Kondisi material jembatan yang telah lapuk memperparah kerusakan hingga akhirnya runtuh.