Padang Darurat! 6 Jembatan Putus, Kerugian Infrastruktur Tembus Rp 202,8 Miliar

JurnalPatroliNews – Jakarta – Banjir yang melanda Kota Padang, Sumatera Barat, mengakibatkan kerusakan serius pada berbagai infrastruktur penting. Sebanyak enam jembatan, jalan, bendungan, hingga fasilitas PDAM dilaporkan terdampak, dengan estimasi kerugian mencapai Rp 202,8 miliar.

Wali Kota Padang, Fadly Amran, mengatakan bahwa sebagian besar infrastruktur vital mengalami kerusakan dan pemerintah kota akan memprioritaskan perbaikan jembatan serta fasilitas utama agar aktivitas masyarakat dapat kembali normal.

“Kerusakan paling parah terjadi di Jembatan Gunung Nago senilai Rp 45 miliar, dan Jembatan Kalawi Limau Manis putus dengan kerugian Rp 35 miliar,” ujar Fadly.

Selain kerusakan material, Fadly menegaskan bahwa banjir ini juga menimbulkan korban jiwa yang menambah daftar dampak bencana.

Kepala BPBD Kota Padang, Hendri Zulviton, menjelaskan bahwa total ada enam jembatan yang terdampak banjir. Empat di antaranya putus total, sementara dua lainnya rusak parah. “Nilai kerusakan jembatan mencapai Rp 127 miliar,” kata Hendri.

Tak hanya jembatan, sejumlah ruas jalan dan tebing juga mengalami kerusakan. Jalan di kawasan Batu Busuk bahkan putus total sehingga akses warga terganggu. Bendungan dan intake air pun terdampak, termasuk sepuluh intake PDAM yang rusak berat.

Pipa distribusi dan pompa air baku ikut terendam, mengakibatkan gangguan suplai air bersih ke pemukiman warga.

Pemerintah Kota Padang terus melakukan pendataan terhadap total kerugian dari banjir dan tanah longsor yang terjadi selama beberapa hari terakhir. Menurut Fadly, pemulihan infrastruktur menjadi langkah mendesak untuk memastikan akses dan layanan publik kembali pulih.

BPBD bersama instansi terkait telah melakukan penanganan darurat di beberapa titik terdampak, termasuk perbaikan sementara jembatan dan pembukaan jalur evakuasi.

Pemerintah kota juga berkoordinasi dengan pemerintah provinsi dan pusat untuk mendapatkan dukungan pemulihan jangka panjang.