Misterius! Perkebunan Teh Pangalengan Dibabat di Tengah Malam

JurnalPatroliNews – Jakarta – Belasan hektare perkebunan teh milik PTPN I Regional II di kawasan Malabar, Pangalengan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, dirusak oleh orang tak dikenal (OTK). Dalam sebuah rekaman video amatir yang beredar, sejumlah petani tampak menangis histeris saat melihat hamparan pohon teh yang telah ditebang secara masif.

Bupati Bandung Dadang Supriatna menyatakan bahwa aksi perusakan dilakukan secara sembunyi-sembunyi dan diduga berlangsung pada malam hari. Pelaku menggunakan mesin pemotong agar proses dapat berlangsung cepat dan sulit terdeteksi petugas lapangan.

“Ternyata kondisinya ini pakai mesin potong. Ini dilaksanakan pada waktu malam hari, kucing-kucingan dengan petugas yang ada di lapangan,” ujar Dadang pada Sabtu (29/11/2025).

Ia menegaskan bahwa Pangalengan merupakan kawasan wisata dengan pesona alam yang harus dijaga, sehingga tindakan merusak lingkungan tidak dapat ditoleransi.

Dadang juga memastikan lahan yang rusak akan kembali ditanami pohon teh demi memulihkan ekosistem kawasan tersebut.

“Kondisi alamnya sangat luar biasa. Maka jangan ada pengerusakan di Kecamatan Pangalengan,” tegasnya.

Dadang turut mengingatkan potensi ancaman lingkungan yang dapat membahayakan masyarakat sekitar jika kerusakan dibiarkan berlanjut.

“Tentu kami tidak berharap Pangalengan ini tenggelam. Kalau lingkungan sudah rusak, ini akan menjadi ancaman untuk warga,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolresta Bandung Kombes Pol Aldi Subartono menyampaikan bahwa kasus ini telah naik ke tahap penyidikan. Sejumlah saksi telah dimintai keterangan dan polisi terus mendalami peran masing-masing pihak yang terlibat.

“Kami sudah memeriksa beberapa saksi. Saat ini sedang melakukan pendalaman terkait peran masing-masing termasuk kita akan mengejar aktor utamanya,” jelas Aldi.

Aldi menduga aksi perusakan ini tidak dilakukan spontan, melainkan melibatkan seorang tokoh yang diduga kuat mendanai masyarakat untuk menebang pohon-pohon teh tersebut. Polisi kini tengah memburu sosok yang dianggap sebagai otak utama perusakan.