JurnalPatroliNews – Jakarta – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, meninjau kondisi para korban kecelakaan mobil SPPG pengangkut makanan bergizi gratis (MBG) yang menabrak murid dan guru di SDN 01 Kalibaru, Cilincing, Jakarta Utara. Peninjauan dilakukan di RSUD Koja pada Jumat (12/12/2025).
Dalam kunjungannya, Menteri Arifah melihat langsung keadaan sembilan korban yang masih menjalani perawatan. Seluruh korban terdiri atas delapan anak dan satu orang dewasa yang kini dirawat di ruang rawat inap.
“Kondisinya alhamdulillah sudah membaik, stabil, karena saat ini sudah berada di ruang rawat inap. Tadi kita berbincang dengan orang tua dan juga dengan anak-anak, ternyata mereka semangatnya luar biasa,” ujar Arifah.
Menteri PPPA itu juga membagikan momen ketika salah satu anak korban dengan antusias meminta izin untuk bermain sepak bola meski kondisi belum memungkinkan. Hal tersebut disebut Arifah sebagai bukti semangat dan ketegaran anak-anak dalam proses pemulihan.
Meski kondisi fisik para korban terus menunjukkan perbaikan, Arifah menekankan pentingnya pemulihan psikologis secara menyeluruh.
Ia menyebut trauma akibat kecelakaan tidak hanya dirasakan para korban yang dirawat, tetapi juga siswa lain dan para orang tua.
“Dari Dinas P3A Provinsi Jakarta sudah menyiapkan konselor, bukan hanya untuk anak-anak yang di sini, tetapi juga untuk yang di sekolah dan juga keluarga, supaya mereka bisa lebih tenang untuk melanjutkan pendidikan selanjutnya,” tuturnya.
Layanan konseling tersebut dipastikan akan membantu anak-anak kembali fokus mengikuti proses belajar tanpa dibebani rasa takut.
Sementara itu, orang tua juga diharapkan memperoleh pendampingan agar mampu mengelola kekhawatiran dan trauma pascakejadian.
Kementerian PPPA berkomitmen terus memantau perkembangan para korban, baik dari sisi fisik maupun psikologis.
Arifah memastikan pihaknya akan bekerja sama dengan pemerintah daerah, Dinas Pendidikan, dan rumah sakit untuk menjamin terpenuhinya perlindungan anak secara optimal setelah insiden ini.














