JurnalPatroliNews – Jakarta – Aksi seorang pencuri di kawasan sekitar Stadion Gajah Mada, Desa Jotangan, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto, berakhir dengan kegagalan pada Minggu dini hari, 28 Desember 2025.
Pelaku bernasib malang setelah gerak-geriknya disadari oleh sekelompok wanita pria (waria) yang sedang berada di lokasi kejadian, tepat sebelum ia sempat menuntaskan aksi pembobolan rumah.
Kejadian bermula ketika pelaku terlihat melintas sekitar pukul 23.30 WIB dengan membawa tabung elpiji dan pompa air di sepeda motornya. Alih-alih langsung melarikan diri, pelaku justru sempat menggoda para waria di lokasi tersebut.
Tindakan inilah yang memicu kecurigaan para saksi, terutama saat melihat pelaku mencoba masuk ke sebuah rumah dengan cara memanjat melalui bus yang terparkir di dekat loteng.
Saat ditegur oleh saksi bernama Tona dan Nisa, pelaku sempat berdalih bahwa dirinya adalah anak dari pemilik rumah.
Namun, saksi yang merasa ada kejanggalan segera memanggil penjaga warung kopi di sebelah rumah korban untuk melakukan pengecekan identitas. Pelaku yang mulai terdesak tetap nekat masuk ke dalam rumah melalui bagian belakang.
Pemilik rumah, Munasaro, yang saat itu belum tidur, mengaku mendengar suara mencurigakan dari arah belakang rumahnya. Ia terkejut menemukan pria asing berbaju merah sudah berada di dalam area pribadinya.
Spontan, Munasaro berteriak meminta tolong yang kemudian memancing respons warga sekitar, para waria, dan penjaga warung yang sudah bersiap di luar.
Pelaku sempat mencoba melarikan diri ke lantai dua rumah saat menyadari dirinya telah terkepung. Namun, pelariannya berakhir setelah petugas kepolisian dari Polsek Mojosari tiba di lokasi dan meringkusnya tanpa perlawanan.
Saat ini, pelaku beserta barang bukti telah dibawa ke Mapolsek Mojosari untuk pemeriksaan lebih lanjut guna mengungkap kemungkinan keterlibatan dalam kasus pencurian lain di wilayah tersebut.














