Polda NTT Perpanjang Operasi SAR KM Putri Sakinah, Cari Dua Anak Pelatih Valencia yang Masih Hilang

JurnalPatroliNews – Jakarta -Upaya pencarian korban tenggelamnya kapal wisata KM Putri Sakinah di perairan Selat Padar, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, membuahkan hasil signifikan pada Minggu pagi, 4 Januari 2026.

Tim SAR Gabungan berhasil menemukan satu jenazah pria dewasa warga negara Spanyol yang diduga kuat adalah Martin Carreras Fernando, pelatih Timnas B Sepak Bola Wanita Valencia CF.

Jenazah ditemukan terapung oleh personel Polda NTT dan tim gabungan sekitar pukul 08.47 WITA saat melakukan penyisiran di kawasan Taman Nasional Komodo. Kabidhumas Polda NTT, Kombes Pol Henry Novika Chandra, mengonfirmasi bahwa korban langsung dievakuasi menggunakan Kapal KN SAR Punta Dewa menuju Pelabuhan Labuan Bajo.

Saat ini, jenazah telah berada di RSUD Komodo untuk menjalani proses identifikasi lebih lanjut oleh tim medis dan Biddokkes Polda NTT melalui prosedur Disaster Victim Identification (DVI).

Insiden memilukan ini menimpa keluarga Martin Carreras Fernando saat kapal pinisi yang mereka tumpangi diterjang gelombang tinggi pada Jumat malam, 26 Desember lalu.

Dari total penumpang, tujuh orang dinyatakan selamat, termasuk istri Martin, Mar Martinez Ortuno, dan salah satu anak perempuannya. Namun, perjalanan wisata keluarga ini berubah menjadi tragedi setelah Martin dan ketiga anak laki-lakinya dilaporkan hilang terseret arus.

Menyusul temuan terbaru ini, Polda NTT atas arahan Kapolda Irjen Pol Dr. Rudi Darmoko memutuskan untuk memperpanjang masa operasi SAR selama tiga hari ke depan.

Hal ini dilakukan karena masih ada dua orang anak Martin, yakni Martin Garcia Mateo dan Martinez Ortuno Enriquejavier, yang hingga kini belum ditemukan. Tim masih memfokuskan pencarian di area pesisir pulau-pulau sekitar, mulai dari Pulau Serai hingga perairan utara Pulau Kanawa.

Pihak berwenang mengimbau para nelayan dan masyarakat yang beraktivitas di sekitar Selat Padar untuk tetap waspada dan segera melaporkan jika menemukan benda atau tanda-tanda yang berkaitan dengan korban.

Pemerintah daerah dan kepolisian terus berkoordinasi dengan pihak keluarga korban di Spanyol serta instansi terkait untuk memastikan seluruh proses penanganan berjalan secara profesional dan humanis.