JurnalPatroliNews – Jakarta – Polda Banten mengungkap motif mengejutkan di balik kasus pembunuhan Muhammad Axle Harman Miller (9), putra dari Anggota Dewan Pakar PKS, Maman Suherman.
Pelaku berinisial HA (31), seorang pegawai operator produksi sebuah pabrik di Cilegon, nekat melakukan tindakan keji tersebut murni karena impitan ekonomi ekstrem akibat kerugian besar dalam investasi aset kripto.
Direskrimum Polda Banten, Kombes Pol Dian Setiawan, menjelaskan bahwa HA awalnya memiliki modal Rp400 juta hasil tabungan bersama istrinya. Investasi tersebut sempat sukses besar dan berkembang hingga bernilai Rp4 miliar. Namun, rasa tidak puas membuat pelaku terus bermain hingga seluruh asetnya ludes tak tersisa.
Dalam kondisi amblas, HA justru semakin terperosok dengan meminjam uang total Rp820 juta dari berbagai sumber, mulai dari bank, koperasi tempatnya bekerja, hingga pinjaman online (pinjol). Semua uang pinjaman tersebut kembali ludes di pasar kripto.
Tekanan utang yang menumpuk akhirnya mendorong pelaku untuk melakukan tindakan kriminal secara acak demi mendapatkan uang secara instan.
Penyidik menemukan bukti krusial berupa riwayat percakapan di ponsel pelaku. Empat jam sebelum melancarkan aksinya di Kompleks BBS 3, HA sempat mengirim pesan kepada istrinya bahwa ia akan berbuat kriminal jika kondisi keuangannya tetap memburuk.
Meski sang istri sempat merespons dengan istigfar, HA tetap menjalankan niatnya dan memilih rumah korban sebagai target perampokan secara acak yang berakhir dengan pembunuhan.














