Kemensos Perluas Jangkauan Sekolah Rakyat, Jangkau Anak-Anak dari Keluarga The Invisible People

JurnalPatroliNews – Jakarta – Kementerian Sosial menegaskan komitmennya untuk terus mengentaskan kemiskinan melalui jalur pendidikan dengan menambah jumlah titik Sekolah Rakyat secara signifikan.

Saat ini, tercatat Sekolah Rakyat telah beroperasi di 166 titik dan memberikan akses pembelajaran bagi lebih dari 15.000 siswa di seluruh Indonesia.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf menjelaskan bahwa pada tahun ajaran 2025-2026 ini, operasional sekolah tersebut sudah berjalan dengan baik.

Namun, pemerintah tidak berhenti di situ. Pada tahun 2026, Kemensos berencana membangun kembali 100 titik Sekolah Rakyat baru.

Penambahan ini bertujuan untuk menjangkau keluarga-keluarga yang selama ini sulit memperoleh akses pendidikan berkualitas atau yang sering disebut sebagai kelompok masyarakat tidak terlihat.

Pembangunan sekolah permanen ini mulai digencarkan tahun ini sebanyak 104 titik, dan akan terus ditambah hingga mencapai target sekitar 200 sekolah pada tahun 2027 mendatang.

Setiap sekolah permanen tersebut didesain secara integratif untuk menampung sekitar 300 siswa yang terbagi dalam jenjang SD, SMP, dan SMA dengan kapasitas masing-masing 100 siswa per jenjang.

Dengan perluasan ini, total kapasitas Sekolah Rakyat diharapkan mampu menampung hingga 45.000 siswa pada tahun ajaran 2026-2027. Angka ini mencakup penambahan kuota baru serta siswa yang saat ini sudah aktif mengikuti proses pembelajaran.

Mensos menekankan bahwa Sekolah Rakyat tidak berdiri sendiri, melainkan menjadi bagian integral dari strategi besar pengentasan kemiskinan.

Program ini menggunakan skema dua jalur: anak-anak mendapatkan pendidikan yang layak, sementara para orang tua dan anggota keluarga lainnya diberikan program pemberdayaan ekonomi. Sinergi ini diharapkan mampu membuat sebuah keluarga naik kelas secara menyeluruh setelah sang anak lulus sekolah.

Langkah perluasan akses pendidikan ini merupakan mandat khusus dari Presiden Republik Indonesia kepada Kementerian Sosial.

Melalui kombinasi antara pendidikan bagi generasi muda dan pemberdayaan ekonomi bagi orang tua, pemerintah optimistis tingkat kesejahteraan masyarakat dapat meningkat secara sistematis dan berkelanjutan.