Cadangan Minyak Venezuela Terbesar di Dunia, Namun Produksi Masih Tertinggal

JurnalPatroliNews – Jakarta – Venezuela tercatat sebagai pemilik cadangan minyak terbukti paling besar secara global. Meski demikian, kontribusi negara Amerika Latin itu terhadap pasokan minyak dunia justru relatif kecil.

Mengacu pada OPEC Annual Statistical Bulletin 2025, Venezuela menguasai sekitar 17 persen cadangan minyak dunia dengan total perkiraan mencapai 303 miliar barel. Jumlah tersebut menempatkan Venezuela di posisi teratas, melampaui negara-negara produsen utama seperti Arab Saudi, Iran, Kanada, dan Amerika Serikat.

Laporan Visual Capitalist menyebutkan bahwa porsi cadangan Venezuela setara hampir seperlima cadangan minyak global. Sebagian besar kekayaan energi tersebut berada di kawasan Sabuk Orinoco, wilayah yang dikenal menyimpan minyak dalam jumlah sangat besar.

Namun, dominasi cadangan ini tidak berbanding lurus dengan kinerja produksinya. Minyak di Sabuk Orinoco didominasi jenis minyak berat (heavy crude) yang memerlukan teknologi canggih, biaya tinggi, serta infrastruktur khusus agar dapat dieksploitasi secara optimal.

Akibat berbagai kendala tersebut, produksi minyak Venezuela terus tertinggal. Sepanjang 2024, produksi minyaknya hanya mencapai sekitar 960 ribu barel per hari, menempatkan negara itu di peringkat ke-21 produsen minyak dunia.

Kondisi ini sangat kontras dengan masa kejayaan Venezuela pada era 1970-an, ketika produksi minyaknya pernah menembus 3,5 juta barel per hari atau lebih dari 7 persen pasokan minyak global. Kini, kontribusi Venezuela terhadap produksi dunia hanya berkisar 1 persen.

Penurunan tajam ini dipicu oleh sejumlah faktor, mulai dari tata kelola sektor energi yang buruk, minimnya investasi, hingga sanksi internasional yang membatasi ruang gerak industri migas. Meski beberapa perusahaan Barat seperti Chevron dari Amerika Serikat masih beroperasi, aktivitas mereka jauh lebih terbatas akibat situasi politik dan ekonomi yang tidak stabil.

Sebagai salah satu negara pendiri OPEC bersama Iran, Irak, Kuwait, dan Arab Saudi, posisi Venezuela di dalam organisasi tersebut ikut melemah seiring merosotnya produksi. Meski demikian, Venezuela tetap memegang status unik sebagai negara dengan cadangan minyak terbesar di dunia.