Kasus WNI Diculik Bajak Laut di Gabon Belum Sampai ke DPR

JurnalPatroliNews – Jakarta – Pimpinan DPR RI mengaku belum memperoleh laporan resmi terkait kabar penculikan warga negara Indonesia (WNI) yang diduga dilakukan kelompok bajak laut di perairan Afrika Tengah. Ketua DPR RI Puan Maharani menyatakan belum mengetahui perkembangan insiden tersebut.

Saat dimintai tanggapan awak media di Kompleks Parlemen, Senayan, Selasa, 13 Januari 2026, Puan sempat meminta konfirmasi kepada Wakil Ketua DPR RI Adies Kadir dan Cucun Ahmad Syamsurijal. Keduanya turut menyatakan belum menerima informasi terkait peristiwa itu.

“Saya memang belum mendapatkan informasi mengenai kejadian tersebut,” ujar Puan singkat.

Berdasarkan laporan yang beredar, aksi penculikan terjadi pada Senin, 12 Januari 2026. Sebuah kapal penangkap ikan berbendera Gabon bernama IB FISH 7 dilaporkan diserang kelompok bersenjata di sekitar tujuh mil laut wilayah tenggara Equata, perairan Gabon.

Kepala Staf Angkatan Laut Gabon, Laksamana Madya Charles Hubert Bekale Meyong, mengungkapkan bahwa serangan dilakukan oleh tiga orang bersenjata. Dalam aksi tersebut, sembilan anak buah kapal dibawa paksa, terdiri atas lima warga negara China dan empat WNI.

Pasca kejadian, aparat keamanan Gabon berhasil menemukan kapal yang ditinggalkan para pelaku dan mengawalnya hingga tiba dengan aman di pelabuhan utama negara tersebut.

Pihak kejaksaan Gabon kini tengah melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas pelaku, motif penculikan, serta kemungkinan keterkaitan dengan jaringan kejahatan lintas negara. Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi mengenai kondisi para korban maupun proses lanjutan yang ditempuh otoritas setempat.