JurnalPatroliNews – Jakarta – Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia memastikan tidak ada warga negara Indonesia yang menjadi korban dalam peristiwa runtuhnya crane proyek yang menimpa kereta penumpang di Thailand. Insiden tersebut terjadi di Provinsi Nakhon Ratchasima dan menimbulkan korban jiwa dalam jumlah besar.
Pelaksana Tugas Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI, Heni Hamidah, menyampaikan bahwa hingga kini pihaknya belum menerima laporan adanya WNI yang terdampak dalam kecelakaan fatal tersebut.
“Berdasarkan informasi yang kami terima sampai saat ini, tidak terdapat laporan mengenai warga negara Indonesia yang menjadi korban dalam insiden ambruknya crane yang menimpa kereta penumpang di Nakhon Ratchasima pada Rabu, 14 Januari,” ujar Heni dalam keterangan tertulis, Jumat, 16 Januari 2026.
Meski tidak ada laporan korban WNI, Kemlu RI menegaskan bahwa pemantauan tetap dilakukan secara intensif. Melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Bangkok, pemerintah terus berkoordinasi dengan otoritas setempat guna memastikan keselamatan WNI yang berada di Thailand.
“KBRI Bangkok terus menjalin komunikasi dengan pihak berwenang Thailand dan siap melakukan langkah cepat apabila ditemukan adanya WNI yang terdampak,” jelas Heni.
Diketahui, kecelakaan crane runtuh di Thailand terjadi dalam dua peristiwa terpisah dalam rentang waktu dua hari. Insiden pertama terjadi di Provinsi Nakhon Ratchasima, wilayah timur laut Thailand, ketika crane proyek pembangunan jalur kereta cepat roboh dan menghantam Kereta Ekspres Khusus Nomor 21 rute Krung Thep Aphiwat–Ubon Ratchathani yang tengah melaju.
Benturan keras mengakibatkan rangkaian kereta anjlok dari rel dan menewaskan puluhan penumpang. Hingga laporan terakhir, jumlah korban meninggal tercatat mencapai 32 orang, menjadikan peristiwa ini sebagai salah satu kecelakaan infrastruktur paling fatal di Thailand dalam beberapa tahun terakhir.
Keesokan harinya, Kamis, 15 Januari 2026, kejadian serupa kembali terjadi di Provinsi Samut Sakhon, kawasan pinggiran Bangkok. Sebuah crane baja besar di proyek pembangunan jalan tol roboh ke arah Jalan Rama II, jalur utama dengan arus lalu lintas padat.
Struktur crane tersebut menimpa sejumlah kendaraan yang sedang melintas, mengakibatkan dua mobil rusak parah dan dua orang pengguna jalan dinyatakan meninggal dunia. Proses evakuasi korban dilakukan dengan peralatan hidrolik untuk membebaskan mereka yang terjebak di dalam kendaraan.
Pemerintah Indonesia terus mengimbau WNI di Thailand untuk tetap waspada dan segera melapor ke KBRI Bangkok apabila membutuhkan bantuan atau menghadapi situasi darurat.













