Kepala BKN: Tanpa Arsip yang Profesional, Indonesia Akan Kehilangan Jejak Sejarah

JurnalPatroliNews – Jakarta – Badan Kepegawaian Negara (BKN) dan Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) resmi menjalin kerja sama strategis untuk memperkuat integrasi manajemen ASN dan kearsipan nasional berbasis digital.

Kesepakatan ini ditandatangani oleh Kepala BKN, Prof. Zudan Arif Fakrulloh, dan Kepala ANRI, Mego Pinandito, di Jakarta pada Kamis (22/1/2026).

Kolaborasi ini bertujuan untuk menghadirkan birokrasi yang lebih profesional, adaptif, dan berorientasi pada pelayanan publik.

Prof. Zudan menekankan bahwa ANRI memiliki peran strategis dalam menjaga memori kolektif lebih dari 285 juta penduduk Indonesia. Ia menilai arsip digital yang terintegrasi bukan sekadar pendataan, melainkan fondasi peradaban bangsa yang dapat dipelajari hingga ratusan tahun ke depan.

Sebagai bentuk dukungan nyata, BKN secara resmi menetapkan penerapan Manajemen Talenta di lingkungan ANRI.

Kebijakan ini akan menjadi instrumen objektif dalam mengidentifikasi dan mengembangkan potensi kepemimpinan ASN di ANRI berdasarkan sistem merit. Selain itu, BKN berkomitmen mempermudah layanan kepegawaian melalui penyederhanaan uji kompetensi serta percepatan kenaikan pangkat dan pensiun secara digital.

Kepala ANRI, Mego Pinandito, menyambut positif langkah ini sebagai percepatan transformasi digital. Dengan sistem yang transparan dan terintegrasi, ANRI optimis dapat mempertahankan talenta terbaik untuk mendukung tugas besar negara dalam mendigitalkan arsip di seluruh kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah.