JurnalPatroliNews – Jakarta – Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, dilaporkan jatuh pingsan saat tengah memimpin upacara persemayaman jenazah korban kecelakaan pesawat ATR 42-500.
Insiden tersebut terjadi di lingkungan Politeknik Ahli Usaha Perikanan (AUP), Pasar Minggu, Jakarta Selatan, pada Minggu (25/1/2026). Peristiwa ini mengejutkan para peserta upacara yang hadir untuk memberikan penghormatan terakhir kepada para kru dan pegawai pemerintah yang gugur dalam tugas.
Dalam prosesi tersebut, Trenggono sedianya bertindak sebagai inspektur upacara untuk melepas tiga jenazah, yakni pilot pesawat Kapten Andy Dahananto serta dua pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Ferry Irawan dan Yoga Naufal.
Kejadian bermula sesaat setelah prosesi serah terima jenazah dari pihak keluarga kepada negara selesai dilakukan.
Tubuh Menteri Trenggono yang semula berdiri tegak tiba-tiba oleng dan terjatuh hingga terdengar suara benturan yang cukup keras di area podium.
Sejumlah staf dan petugas keamanan yang berada di lokasi segera bertindak cepat menggotong tubuh Trenggono ke ruangan medis terdekat.
Petugas juga tampak membawa tandu serta bantuan tabung oksigen untuk memberikan pertolongan pertama bagi sang menteri. Hingga laporan ini diturunkan, pihak KKP belum memberikan keterangan resmi mengenai penyebab pasti jatuhnya Trenggono atau kondisi kesehatan terkini pascainsiden tersebut.
Meskipun diwarnai insiden medis sang menteri, upacara persemayaman tetap dilanjutkan demi memberikan penghormatan bagi para korban.
Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan, Laksamana TNI (Purn) Dr. Didit Herdiawan, langsung mengambil alih posisi sebagai inspektur upacara menggantikan Trenggono. Prosesi pemakaman secara kenegaraan bagi para korban kecelakaan pesawat ATR tersebut tetap berjalan khidmat hingga seluruh rangkaian acara selesai.














