JurnalPatroliNews – Jakarta -Polres Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), memperluas jangkauan penyelidikan guna mengungkap tabir di balik kematian tragis seorang siswa sekolah dasar berinisial YBR (10).
Selain mendalami motif kesulitan ekonomi, penyidik kini mulai memeriksa pihak sekolah, termasuk para guru tempat korban menimba ilmu.
Langkah ini diambil secara khusus untuk memverifikasi ada tidaknya tekanan psikologis berupa tindakan perundungan atau bullying yang mungkin dialami korban di lingkungan sekolah sebelum memutuskan untuk mengakhiri hidupnya.
Kapolres Ngada, AKBP Andrey Valentino, menjelaskan bahwa sejauh ini hasil pemeriksaan fisik tidak menunjukkan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Temuan awal kepolisian masih merujuk pada tindakan bunuh diri yang didasari rasa putus asa.
Mengingat korban tidak memiliki telepon genggam, polisi fokus mencari petunjuk melalui keterangan saksi hidup dan pengamatan lingkungan sosial guna memahami apa yang sebenarnya dirasakan oleh anak kelas IV SD tersebut di hari-hari terakhirnya.
Dinamika kehidupan keluarga korban turut menjadi sorotan dalam penyelidikan ini. Berdasarkan keterangan ibu korban, MGT (47), sang anak sempat dinasihati untuk kembali bersekolah setelah beberapa hari absen dengan alasan sakit usai mandi hujan.
Di sisi lain, saksi mata bernama Gregorius Kodo mengungkapkan bahwa korban tumbuh dalam kondisi keluarga yang penuh tantangan ekonomi.
Sang ayah telah meninggal dunia sejak korban masih dalam kandungan, memaksa ibunya berjuang sendirian menghidupi lima orang anak.
Keterbatasan kasih sayang dan perhatian disinyalir menjadi beban mental tambahan bagi korban yang selama ini lebih memilih tinggal bersama neneknya yang sudah lanjut usia.
Tragedi ini mencapai titik nadirnya ketika permintaan sederhana korban untuk membeli buku tulis dan pena tidak dapat dipenuhi oleh ibunya karena ketiadaan biaya.
Hal inilah yang diduga kuat menjadi pemantik rasa putus asa yang mendalam. Polisi berkomitmen untuk menyelesaikan penyelidikan ini secara menyeluruh, mencakup aspek lingkungan rumah maupun sekolah, guna memberikan gambaran utuh mengenai faktor-faktor yang mendorong seorang anak di usia belia mengambil keputusan yang sangat memilukan tersebut.














