JurnalPatroliNews – Jakarta – Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen Pas) Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) melakukan pemindahan besar-besaran terhadap 241 narapidana berkategori risiko tinggi (high risk) menuju Lembaga Pemasyarakatan di Nusakambangan.
Langkah ini diambil dalam kurun waktu satu minggu terakhir sebagai bagian dari strategi nasional untuk memutus rantai peredaran narkoba di dalam lapas dan rutan. Hingga saat ini, tercatat sebanyak 2.189 narapidana high risk dari berbagai wilayah di Indonesia telah direlokasi ke pulau penjara tersebut.
Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Mashudi, menegaskan bahwa kebijakan ini selaras dengan perintah Menteri Imipas untuk mewujudkan target zero narkoba di seluruh unit pelaksana teknis pemasyarakatan.
Menurutnya, keberadaan napi berisiko tinggi di lapas umum sering kali menjadi sumber gangguan keamanan dan ketertiban, termasuk potensi pengendalian narkoba dari balik jeruji.
Dengan pemindahan ini, diharapkan lapas asal dapat lebih optimal dalam menjaga kebersihan dari peredaran ponsel, pungutan liar, dan narkotika.
Meskipun melibatkan pengamanan ketat, Mashudi mengklarifikasi bahwa pemindahan ini bukan merupakan tindakan represif.
Fokus utama dari langkah ini adalah rehabilitasi dan perubahan perilaku. Para warga binaan akan mendapatkan tingkat pembinaan serta pengamanan yang sangat spesifik di Nusakambangan.
Pihak Ditjen Pas juga akan melakukan asesmen berkala setiap enam bulan untuk memantau perkembangan perilaku para narapidana tersebut, guna menentukan apakah mereka bisa diturunkan ke level pengamanan yang lebih rendah di masa mendatang.
Proses relokasi dalam sepekan terakhir mencakup wilayah Jawa Tengah dan DKI Jakarta. Di Jawa Tengah, pemindahan menyasar Lapas Pekalongan dan Lapas Semarang.
Sementara di Jakarta, sebanyak 200 narapidana dipindahkan dari berbagai titik, termasuk Lapas Cipinang, Lapas Narkotika Cipinang, Lapas Salemba, serta Rutan Cipinang dan Salemba.
Seluruh rangkaian pemindahan ini dilaksanakan dengan pengawalan ketat dari unsur Intelijen Ditjen Pas serta jajaran kepolisian daerah setempat guna memastikan situasi tetap kondusif selama perjalanan.














