JurnalPatroliNews – Jakarta – Laporan terbaru dari otoritas intelijen Amerika Serikat (AS) mengungkapkan pergeseran signifikan dalam prediksi konflik di Selat Taiwan. Berbeda dengan peringatan sebelumnya, laporan Penilaian Ancaman Tahunan yang dirilis pada Rabu (18/3/2026) menyebutkan bahwa China tidak berencana melakukan invasi militer ke Taiwan pada tahun 2027.
Dokumen intelijen tersebut memaparkan bahwa Beijing kini lebih cenderung mengupayakan penyatuan Taiwan melalui tekanan diplomatik dan ekonomi tanpa melibatkan kekuatan bersenjata.
Meskipun China terus memperkuat klaim kedaulatannya atas pulau tersebut, para pemimpin di Beijing dinilai tidak memiliki jadwal kaku untuk mencapai ambisi penyatuan tersebut.
“Kami menilai bahwa para pemimpin China saat ini tidak berencana untuk melakukan invasi ke Taiwan pada 2027, dan mereka juga tidak memiliki jadwal tetap untuk mencapai penyatuan,” demikian petikan laporan yang dikutip dari Reuters.
Prediksi ini meralat pernyataan Kementerian Pertahanan AS (Pentagon) pada akhir 2025 yang sempat memicu kekhawatiran global akan pecahnya perang besar di kawasan Asia Timur.
Analisis intelijen terbaru menunjukkan adanya keraguan di internal pejabat militer China. Risiko kegagalan invasi dianggap terlalu besar, terutama jika Amerika Serikat memutuskan untuk melakukan intervensi militer secara langsung.
Menanggapi laporan tersebut, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Lin Jian, melontarkan kritik pedas. Ia menegaskan bahwa isu Taiwan sepenuhnya merupakan urusan internal Republik Rakyat China dan meminta Washington berhenti mencampuri kedaulatan mereka.
“AS harus mengoreksi pemahaman mereka tentang China dan berhenti membesar-besarkan teori ancaman China,” tegas Lin Jian dalam keterangannya.
Hingga saat ini, Taiwan tetap pada pendiriannya sebagai negara berdaulat penuh dan secara tegas menolak tunduk di bawah pemerintahan komunis China. Ketegangan di kawasan diprediksi tetap tinggi, namun dengan pola konfrontasi yang lebih bersifat hibrida dibandingkan kontak senjata terbuka dalam waktu dekat.














