JurnalPatroliNews – Jakarta – Otoritas keamanan Korea Selatan (Korsel) berhasil menangkap Park Wang-yeol, bos narkoba kelas kakap yang diduga mengendalikan jaringan peredaran sabu lintas negara dari balik jeruji besi di Filipina. Penangkapan ini dilakukan setelah tersangka diekstradisi sementara ke Seoul pada Rabu (25/3) melalui kesepakatan tingkat tinggi antara kedua negara.
Pemulangan Park merupakan tindak lanjut dari permintaan langsung Presiden Korsel, Lee Jae-myung, kepada Presiden Filipina, Ferdinand Marcos Jr., dalam pertemuan awal bulan ini.
Park sebelumnya tengah menjalani hukuman 60 tahun penjara di Filipina atas kasus pembunuhan, namun klausul khusus memungkinkan hukumannya dihentikan sementara agar ia dapat menjalani pemeriksaan kasus narkotika di negeri asalnya.
Berdasarkan laporan Yonhap, Park diduga kuat mengendalikan penyelundupan narkotika dalam jumlah masif dengan bantuan kaki tangannya di Korsel. Media lokal menyebutkan bahwa jaringan Park mampu mengedarkan sekitar 60 kg sabu setiap bulannya, dengan nilai transaksi mencapai 30 miliar won atau setara Rp300 miliar.
Kasus ini menjadi sorotan tajam lantaran Park diketahui sempat dua kali melarikan diri dari penjara di Filipina. Ia memanfaatkan celah pengawasan yang lemah, termasuk penggunaan ponsel selundupan untuk tetap menjalankan bisnis haramnya meski berstatus narapidana.
Presiden Lee Jae-myung memberikan apresiasi tinggi atas kerja sama pemerintah Filipina dalam proses ekstradisi ini.
Ia menegaskan bahwa pemerintah tidak akan memberi ruang bagi pelaku kejahatan narkotika, meskipun mereka berada di luar negeri.
“Kami akan mengejar siapa pun yang merugikan negara sampai ke ujung dunia,” tegas Lee sebagaimana dilansir Reuters.
Kementerian Luar Negeri Korea Selatan menambahkan bahwa penegakan hukum di dalam negeri terhadap Park sangat krusial.
Langkah ini diambil untuk memberikan efek jera sekaligus memutus rantai peredaran narkoba yang belakangan ini dilaporkan meningkat di Korea Selatan, meskipun negara tersebut dikenal memiliki kebijakan anti-narkotika yang sangat ketat.














