Koperasi Desa Merah Putih: Instrumen Strategis Pemerintah Transformasi Masyarakat Jadi Pelaku Usaha

JurnalPatroliNews – Jakarta – Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono, didampingi Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Emanuel Melkiades Laka Lena, meninjau dan berdiskusi bersama pengurus serta anggota Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) Manulai II di Kupang, Sabtu (25/4).

Kunjungan ini bertujuan untuk memperkuat peran koperasi sebagai fondasi utama ekosistem ekonomi kerakyatan di wilayah tersebut.

Hadir pula dalam kegiatan ini Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma, Kepala Dinas Koperasi NTT Linus Lusi, Ketua KKMP Manulai II Roby Dami, serta Direktur Bisnis LPDB Koperasi Oetje Koesoema Prasetia. Kehadiran jajaran pejabat ini menegaskan dukungan penuh pemerintah terhadap pengembangan koperasi di tingkat kelurahan.

Dalam arahannya, Menkop Ferry Juliantono menyampaikan bahwa koperasi bukan sekadar tempat simpan pinjam, melainkan alat perjuangan bagi ekonomi masyarakat lemah agar lebih mandiri dan berdaya saing.

Ia meyakini bahwa meski dimulai dengan komoditas sederhana, KKMP Manulai II akan berkembang menjadi kekuatan ekonomi yang signifikan di masa depan.

“Yang terpenting adalah ruh dan semangat kita. Saya yakin dengan semangat pengurus, bangunan fisik yang bagus akan dibersamai dengan semangat membangun koperasi sebagai badan usaha milik masyarakat yang kompetitif,” ujar Menkop.

Ia juga menjanjikan dukungan pembiayaan bagi KKMP melalui Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Koperasi.

Menkop menambahkan bahwa program strategis nasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih merupakan arahan Presiden untuk mengubah paradigma masyarakat.

Melalui program ini, masyarakat diharapkan tidak lagi hanya menjadi penerima manfaat, tetapi bertransformasi menjadi pelaku usaha aktif dalam rantai ekonomi.

Senada dengan hal tersebut, Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena menekankan pentingnya kerja kolaborasi lintas sektor.

Ia menegaskan bahwa era saat ini menuntut sinergi yang kuat, di mana koperasi harus mulai merambah ke sektor hilirisasi, distribusi, hingga industri, bukan hanya terbatas pada kegiatan produksi semata.

Ketua KKMP Manulai II, Roby Dami, melaporkan bahwa pihaknya telah mulai memproduksi berbagai produk lokal asli NTT.

Saat ini, KKMP Manulai II telah memiliki gerai sembako yang menjual produk unggulan daerah, termasuk beras asli NTT, sebagai hasil kerja sama dengan berbagai pihak sesuai arahan pemerintah daerah.