Juri dan MC LCC Empat Pilar MPR RI Disorot, Warganet Minta Cek Pendengaran


JurnalPatroliNews – PONTIANAK — Dua dewan juri dan seorang pembawa acara dalam ajang Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar tingkat Kalimantan Barat menjadi sorotan tajam publik setelah dinilai tidak adil terhadap peserta dari SMAN 1 Pontianak pada perlombaan yang digelar Sabtu (9/5/2026).

Kontroversi mencuat setelah beredar video yang memperlihatkan adanya perbedaan penilaian terhadap jawaban peserta yang dinilai memiliki substansi serupa, khususnya dalam sesi pertanyaan mengenai mekanisme pemilihan anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Salah satu nama yang ramai diperbincangkan adalah Dyastasita Widya Budi yang bertugas sebagai dewan juri. Nama lain yang turut menjadi sorotan adalah Indri Wahyuni, yang dinilai melakukan kekeliruan dalam proses penilaian sehingga dianggap merugikan salah satu peserta.

Selain itu, pembawa acara atau MC, Shindy Lutfiana, juga ikut menjadi sasaran kritik setelah pernyataannya dalam acara dinilai tidak sensitif terhadap keberatan peserta.

“Mohon adik-adik diterima keputusan dewan juri, karena tentunya dewan juri yang hadir hari ini sudah sangat berkompeten dan sangat teliti untuk mendengarkan jawaban dari adik-adik,” kata Shindy dalam video yang beredar, dikutip Selasa (12/5/2026).

Ia kemudian menambahkan, “Mungkin itu hanya perasaan adik-adik saja.”

Pernyataan tersebut memicu gelombang kritik dari warganet. Banyak yang menilai komentar itu justru memperkeruh suasana dan terkesan mengabaikan keberatan peserta.

Sejumlah komentar bernada sindiran pun membanjiri media sosial. Salah satunya meminta para juri dan MC memeriksakan pendengaran mereka.

“Yuk juri dan MC cek pendengaran, bisa pakai BPJS kok,” tulis salah satu akun Instagram yang ramai dikutip warganet.

Komentar lain meminta permintaan maaf terbuka serta penetapan juara bersama antara regu yang dipermasalahkan.

Polemik ini sebelumnya juga telah direspons oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) melalui Sekretariat Jenderal MPR RI yang menyampaikan permintaan maaf kepada publik.

MPR RI menyatakan telah menonaktifkan dewan juri dan MC yang bertugas dalam perlombaan tersebut, serta akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem penilaian, verifikasi jawaban, dan mekanisme penyampaian keberatan peserta.

Langkah itu diambil untuk memastikan kegiatan pendidikan seperti LCC Empat Pilar tetap menjunjung prinsip sportivitas, objektivitas, keadilan, dan transparansi dalam pelaksanaannya.