JurnalPatroliNews – SURABAYA — Komisi Pemberantasan Korupsi menggelar Pelatihan Tata Nilai, Penguatan Integritas, dan Antikorupsi (Pelatnas) bagi 239 personel kepolisian di wilayah Polda Jawa Timur.
Kegiatan tersebut berlangsung selama dua hari, yakni pada 12–13 Mei 2026, di Gedung Mahameru Polda Jawa Timur, Surabaya.
Direktur Pendidikan dan Pelatihan Antikorupsi KPK, Yonathan Demme Tangdilintin, mengatakan integritas merupakan fondasi utama yang wajib dimiliki setiap aparat penegak hukum dalam menjalankan tugas di tengah masyarakat.
Menurutnya, para peserta pelatihan merupakan representasi institusi yang sangat menentukan arah kebijakan, kualitas pelayanan, serta tingkat kepercayaan publik terhadap kepolisian.
“Para peserta merupakan wujud representasi institusi yang menentukan arah kebijakan, kualitas, dan kepercayaan masyarakat,” kata Yonathan dalam keterangannya, Kamis (14/5/2026).
Yonathan juga menyoroti pentingnya pengawasan internal di lingkungan kepolisian agar potensi penyimpangan dapat dicegah sejak dini.
Ia menegaskan, lemahnya pengawasan berpotensi menumbuhkan toleransi terhadap pelanggaran kecil yang pada akhirnya bisa berkembang menjadi persoalan yang lebih besar.
“Toleransi terhadap pelanggaran sekecil apapun berpotensi berkembang lebih besar jika tidak segera ditangani,” ujarnya.
Pelatihan tersebut diikuti oleh para pejabat kepolisian mulai dari Kepala Subdirektorat (Kasubdit), Kapolres, Wakapolres, Kepala Satuan (Kasat), hingga Kapolsek dan Wakapolsek dari berbagai wilayah di Jawa Timur.
Melalui kegiatan ini, KPK mendorong seluruh peserta untuk menyamakan persepsi mengenai nilai integritas, etika, serta kepemimpinan yang berorientasi pada prinsip antikorupsi.
Adapun materi yang diberikan mencakup strategi pemberantasan korupsi, strategi pencegahan korupsi untuk mengawal ketahanan perekonomian nasional, konflik kepentingan, budaya anti-suap dan anti-gratifikasi, internalisasi integritas, pengenalan tentang Kortas, penataan ulang peran Polri di ruang publik yang dinamis, hingga penyusunan rencana aksi.
Yonathan berharap para peserta tidak hanya memahami konsep integritas secara teoritis, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan di lingkungan kerja masing-masing.
“Mari kita bangun komitmen bersama dalam menjaga integritas dan jadilah agen perubahan di masing-masing satuan,” pungkasnya.














