Pertamina dan ASRI Energi Edukasi Dorong Literasi Transisi Energi di Kalangan Pelajar


JurnalPatroliNews – JAKARTA – Pertamina bersama ASRI Energi Edukasi menggelar edukasi transisi energi di SMAN 40 Jakarta pada Senin (11/5/2026), sebagai upaya menumbuhkan kesadaran energi berkelanjutan sekaligus memperkuat pemahaman sains dan teknologi di kalangan pelajar.

VP CSR & SMEPP Management Pertamina, Rudi Ariffianto, mengatakan melalui program Sekolah Energi Berdikari (SEB), Pertamina mendorong pelajar memahami pentingnya transisi energi serta penguasaan Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) sejak dini sebagai bekal menghadapi masa depan sektor energi.

Menurutnya, langkah ini juga dilatarbelakangi rendahnya minat siswa Indonesia terhadap bidang STEM yang saat ini baru mencapai 18 persen.

“Transisi energi dan penguatan STEM harus diperkenalkan sejak awal agar generasi muda memiliki kesiapan dan kemampuan beradaptasi terhadap perubahan energi masa depan,” ujar Rudi dalam keterangan resminya, Senin (18/5/2026).

Ia menjelaskan, Indonesia memiliki potensi energi nonfosil yang besar sehingga edukasi sejak dini menjadi langkah strategis untuk menyiapkan calon pemimpin, regulator, dan pelaku industri energi di masa mendatang.

Program tersebut juga sejalan dengan dual growth strategy Pertamina, yakni menjaga ketahanan energi nasional melalui bisnis inti minyak dan gas bumi, sekaligus mempercepat pengembangan energi rendah karbon dan energi baru terbarukan (EBT).

Pada kesempatan yang sama, Ketua Yayasan Berkat Budaya Sejahtera, Glory Oyong, mengatakan kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam memperkuat edukasi keberlanjutan bagi generasi muda.

Menurutnya, inisiatif tersebut sejalan dengan tujuan pemerintah dalam mendorong percepatan transisi energi nasional.

Kepala Sekolah SMAN 40 Jakarta, Adriansyah, juga menyambut positif kerja sama tersebut dan menilai program ini relevan dengan komitmen sekolah yang tengah berupaya meraih predikat Adiwiyata Mandiri.

“Ini momentum baik isu lingkungan dipadukan dengan energi dan STEM,” katanya.

Sementara itu, VP Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, menambahkan bahwa kolaborasi dengan sektor pendidikan merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam membangun generasi masa depan yang adaptif terhadap dinamika energi global.

“Melalui sinergi sektor pendidikan, komunitas dan pemangku kepentingan, Pertamina terus mendorong ekosistem pembelajaran yang memperkuat kapasitas generasi muda sebagai fondasi ketahanan energi nasional dan keberlanjutan energi masa depan,” ujar Baron.

Sebagai perusahaan yang memimpin transisi energi nasional, Pertamina menegaskan komitmennya dalam mendukung target Net Zero Emission 2060 serta terus menjalankan program yang berdampak langsung pada pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).

Seluruh upaya tersebut disebut sejalan dengan transformasi perusahaan yang berorientasi pada tata kelola, pelayanan publik, keberlanjutan usaha, serta perlindungan lingkungan melalui penerapan prinsip Environmental, Social & Governance (ESG) di seluruh lini bisnis dan operasional perusahaan.