JurnalPatroliNews – Jakarta – Penguatan diplomasi pertahanan di level regional terus menjadi fokus utama militer Indonesia guna menangkal berbagai potensi ancaman di masa depan. Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI), Jenderal TNI Agus Subiyanto, terpantau mengikuti jalannya agenda penting Sidang ke-23 ASEAN Chiefs of Defence Forces Meeting (ACDFM).
Jalannya forum strategis tersebut diikuti oleh Panglima TNI melalui sambungan interaktif video conference dari markas Cilangkap, Jakarta Timur, bersama dengan barisan para Panglima Angkatan Bersenjata dari seluruh negara-negara anggota ASEAN pada Kamis (21/5).
Di dalam forum tersebut, pucuk pimpinan tertinggi TNI ini melemparkan penegasan kuat mengenai urgensi dari memperkokoh sentralitas ASEAN yang diproyeksikan sebagai jangkar stabilitas pertahanan di kawasan Indo-Pasifik, terutama di tengah eskalasi peningkatan dinamika geopolitik, ancaman siber, ketegangan wilayah maritim, hingga dampak nyata dari perubahan iklim global.
Pada kesempatan yang bernilai taktis tersebut, Panglima TNI memberikan penekanan khusus bahwasanya sistem keamanan di kawasan regional sama sekali tidak dapat dibangun secara sepihak atau unilateral. Menurutnya, arsitektur keamanan yang kokoh hanya akan tercipta secara paripurna melalui skema kerja sama kolektif yang dikemas secara konkret, bersifat adaptif, serta berorientasi penuh pada aspek implementasi operasional di lapangan.
Oleh karena itu, pihak Indonesia secara aktif mendorong adanya penguatan jalinan kerja sama keamanan maritim. Langkah nyata tersebut diusulkan lewat program peningkatan Maritime Domain Awareness (MDA), pelaksanaan agenda patroli bersama yang terkoordinasi dengan baik, eskalasi nilai interoperabilitas dalam setiap latihan militer gabungan, hingga penguatan kerja sama di sektor Humanitarian Assistance and Disaster Relief (HADR) serta sistem ketahanan siber internal ASEAN.
Serangkaian draf usulan taktis tersebut diklaim menjadi bagian mutlak dari bentuk komitmen nyata jajaran TNI dalam menyokong penguatan kerja sama pertahanan di wadah ASEAN demi menjaga marwah stabilitas, kedamaian, serta keamanan wilayah.
Kekuatan Kolektif dan Solidaritas Diplomasi Militer Masa Depan Dengan mengusung draf tema besar bertajuk “Securing Our Future Together”, penyelenggaraan Sidang ke-23 ACDFM tahun ini dinilai menjadi sebuah momentum yang sangat strategis.
Wadah tahunan ini difungsikan secara optimal untuk mempertebal rasa solidaritas serta mempertajam lini diplomasi pertahanan antarnegara ASEAN dalam memelihara keseimbangan stabilitas keamanan regional.
Menutup draf arahannya di dalam persidangan virtual tersebut, Panglima TNI kembali memberikan pernyataan tegas bahwa akar kekuatan kolektif yang dimiliki oleh ASEAN pada dasarnya terletak pada nilai kredibilitas kerja sama yang dibangun, tingkat persatuan yang solid, serta derajat kesiapan bersama dari seluruh komponen militer dalam menjawab tantangan strategis di masa depan.
Rangkaian kegiatan sidang ini berjalan dengan aman dan lancar serta menghasilkan sejumlah kesepakatan penting bagi draf pertahanan bersama.














