Tiga Jam Pasca Gempa Magnitudo 6,7, Basarnas Sebut Kondisi Palu dan Sigi Relatif Kondusif

JurnalPatroliNews – Palu – Denyut nadi aktivitas masyarakat di Kota Palu, Provinsi Sulawesi Tengah, dilaporkan telah kembali bergerak normal pasca-guncangan gempa bumi tektonik.

Situasi keamanan dan ketertiban di sejumlah titik vital terpantau kondusif sekitar tiga jam setelah gempa berkekuatan Magnitudo 6,7 melanda wilayah tersebut.

Warga setempat yang sempat berhamburan keluar ruangan saat ini dilaporkan sudah kembali beraktivitas dan menjalankan rutinitas harian seperti sedia kala.

Kepala Kantor SAR (Basarnas) Palu, Muh Rizal, membenarkan bahwa kepanikan massal sempat melanda warga sesaat setelah guncangan keras terjadi pada siang hari.

Namun, berkat koordinasi cepat tim penyelamat di lapangan, kondisi psikologis masyarakat dapat ditenangkan dan situasi umum berangsur pulih dengan cepat.

“Iya, untuk situasi di Palu tiga jam pasca gempa ini alhamdulillah sudah relatif aman. Situasi sudah normal dan masyarakat sudah kembali beraktivitas seperti biasa,” kata Muh Rizal kepada wartawan, Selasa (16/6/2026).

Berdasarkan rilis resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa berkekuatan M 6,7 yang berpusat di darat ini dipastikan tidak memicu gelombang tsunami.

Pemeriksaan Kerusakan Infrastruktur Kampus Untad dan Bangunan Kafe

Muh Rizal menjelaskan, tim reaksi cepat gabungan langsung diterjunkan untuk melakukan verifikasi faktual terhadap sejumlah laporan kerusakan yang beredar luas di jejaring media sosial.

Salah satu titik yang menjadi fokus pemeriksaan adalah gedung Auditorium Universitas Tadulako (Untad) yang dilaporkan mengalami beberapa kerusakan struktural.

Kendati mengalami rontok pada beberapa bagian material bangunan, pihak Basarnas memastikan insiden di dalam area kampus tersebut tidak menimbulkan korban luka maupun jiwa.

Selain fasilitas pendidikan, tim gabungan juga memeriksa reruntuhan sebuah bangunan kafe komersial yang berlokasi di kawasan Jalan Kartini.

Struktur bangunan kafe tersebut dilaporkan roboh akibat tidak kuat menahan besarnya getaran seismik, namun dipastikan tidak ada karyawan maupun pengunjung yang tertimpa.

Pergeseran dampak kerusakan terpantau bergeser ke wilayah administratif tetangga, tepatnya di Kecamatan Nokilalaki, Kabupaten Sigi, di mana terdapat rumah tinggal warga yang roboh.

Insiden ambruknya hunian di Kabupaten Sigi tersebut mengakibatkan dua orang warga dilaporkan mengalami cedera patah tulang akibat tertimpa material dinding.

“Kedua korban luka tersebut sudah dievakuasi dan dirujuk ke rumah sakit daerah setempat untuk penanganan medis, dan untuk saat ini tidak ada korban jiwa,” jelas Rizal.

Kondisi SPBU Normal dan Pasien Rumah Sakit Kembali ke Ruangan

Beralih ke lini fasilitas pemenuhan hajat hidup orang banyak, ketersediaan bahan bakar minyak di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Palu dipastikan aman.

Aparat menegaskan tidak terjadi fenomena pembelian panik (panic buying) yang berpotensi memicu antrean kendaraan mengular di sepanjang badan jalan.

“Enggak ada, enggak ada. Jadi situasi SPBU pun relatif normal ini, enggak ada antrean, normal seperti biasa,” ucap Kepala SAR Palu memastikan kelancaran logistik energi.

Sementara itu, ketegangan sempat mewarnai lini pelayanan kesehatan di sejumlah rumah sakit ketika gempa bumi terjadi tepat pada pukul 11.27 WITA.

Ratusan pasien bersama para tenaga medis dilaporkan sempat berhamburan keluar menuju halaman terbuka guna menyelamatkan diri dari potensi reruntuhan plafon.

Setelah situasi dinyatakan steril oleh tim ahli, para pasien secara bertahap dievakuasi kembali masuk ke dalam ruangan perawatan masing-masing untuk melanjutkan pemulihan.

Hingga berita ini diturunkan, pihak otoritas belum menerima adanya laporan kerusakan fisik yang masif pada struktur bangunan rumah sakit di Kota Palu.

Sebagai langkah mitigasi risiko kedaruratan, Basarnas bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi tetap mendirikan sejumlah tenda pengungsian darurat.

Langkah pendirian tenda di sekitar area rumah sakit ini murni bersifat antisipatif guna menampung pasien darurat apabila sewaktu-waktu terjadi guncangan gempa susulan.

Sebagai bentuk pemenuhan aspek keberimbangan informasi bagi publik, media ini membuka ruang hak jawab maupun klarifikasi sesuai ketentuan Undang-Undang Pers.

Komentar