JurnalPatroliNews – JAKARTA — Tekanan terhadap IHSG masih berlanjut di tengah kombinasi sentimen negatif dari dalam maupun luar negeri sepanjang pekan perdagangan.
Dalam sepekan terakhir, IHSG tercatat merosot 8,35 persen dan ditutup di level 6.162,04. Indeks bahkan sempat menembus area psikologis 6.000 sebelum akhirnya berbalik menguat menjelang penutupan akhir pekan.
Pelemahan pasar terjadi di tengah sentimen rebalancing MSCI serta pengumuman pembentukan badan usaha milik negara (BUMN) ekspor satu pintu yang turut menekan pergerakan pasar saham domestik.
Di tengah koreksi tajam tersebut, aktivitas perdagangan di Bursa Efek Indonesia justru mengalami peningkatan.
Rata-rata nilai transaksi harian tercatat naik 16 persen menjadi Rp21,8 triliun. Sementara volume transaksi harian meningkat 2,5 persen menjadi 36,67 miliar saham.
Meski demikian, frekuensi transaksi harian tercatat turun 6,5 persen menjadi sekitar 2,4 juta kali transaksi.
Kondisi tersebut mencerminkan tekanan jual yang masih cukup kuat di pasar modal domestik, terutama dari investor asing.
Sejalan dengan pelemahan IHSG, kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia juga mengalami penyusutan sekitar 10 persen menjadi Rp10.635 triliun.
Investor asing tercatat masih melanjutkan aksi jual bersih atau net sell sebesar Rp309,5 miliar sepanjang pekan ini.
Secara akumulatif sejak awal 2026, nilai jual bersih investor asing di pasar saham Indonesia telah mencapai Rp41,6 triliun.
Pelaku pasar saat ini masih mencermati berbagai sentimen global, mulai dari penguatan dolar AS, ketidakpastian geopolitik internasional, hingga arah kebijakan ekonomi domestik yang dinilai memengaruhi persepsi investor terhadap pasar keuangan Indonesia.















Komentar