JurnalPatroliNews – Blitar – Jajaran Kementerian Ketenagakerjaan secara resmi menegaskan kembali komitmen kuatnya untuk terus mengawal pemenuhan hak-hak normatif pekerjaan bagi para penyandang disabilitas di sektor industri nasional
Langkah strategis tersebut ditempuh melalui program penciptaan lingkungan kerja yang ramah, setara, serta inklusif bagi seluruh kelompok masyarakat tanpa terkecuali
Sekretaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan, Cris Kuntadi, menyampaikan bahwa skema pendampingan yang disiapkan oleh pemerintah tidak hanya berhenti pada koridor proses rekrutmen awal belaka
Otoritas ketenagakerjaan memastikan intervensi negara juga mencakup aspek penyesuaian ruang kerja atau penyediaan akomodasi yang layak hingga pengadaan alat bantu kerja khusus yang disesuaikan dengan ragam disabilitas pekerja
Pihak kementerian menegaskan komitmennya untuk memastikan jajaran manajemen perusahaan tidak berjalan sendirian dalam memetakan struktur jabatan yang adaptif bagi kelompok disabilitas
Kehadiran tim Kemnaker di lapangan difokuskan untuk membantu proses kurasi formasi kerja sekaligus memastikan ketersediaan fasilitas pendukung agar para pekerja dapat berproduksi dengan nyaman dan optimal
Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Cris Kuntadi di sela-sela agenda peninjauan lapangan ke sejumlah korporasi yang mempekerjakan Tenaga Kerja Penyandang Disabilitas di wilayah Malang dan Blitar
Dalam pelaksanaan kunjungan kerja yang berlangsung selama dua hari pada medio Mei dua ribu dua puluh enam tersebut, Sekjen tampak didampingi oleh Staf Khusus Menteri Ketenagakerjaan, Firmanuddin
Pada momentum peninjauan tersebut, pihak Kemnaker melayangkan apresiasi tinggi terhadap performa manajemen empat entitas usaha lokal yakni PT Burger Buto, PT Gandum, Rumah Batik Kinarsih, dan Warung Bambu Barokah
Keempat perusahaan tersebut dinilai telah menelurkan komitmen nyata dan menjadi pelopor dalam mendirikan ekosistem tempat kerja yang inklusif bagi kelompok berkebutuhan khusus
Cris menilai praktik pengelolaan sumber daya manusia yang diterapkan oleh keempat perusahaan tersebut telah melompat jauh melampaui kewajiban pemenuhan kuota minimal satu persen sebagaimana mandat Undang-Undang Nomor Delapan Tahun Dua Ribu Enam Belas
Pemerintah memandang terobosan pelaku usaha ini menjadi bukti sahih bahwa isu inklusivitas bukan lagi sekadar urusan pemenuhan kewajiban administrasi negara semata
Gerakan ini dinilai sebagai wujud otentik dari keberpihakan nilai kemanusiaan sekaligus bentuk pengakuan konkret atas potensi produktivitas yang dimiliki oleh para penyandang disabilitas
Mendobrak Tembok Stigma Lewat Manajemen Kerja yang Tepat
Lebih dalam lagi, kementerian memberikan pujian atas keberanian moral manajemen korporasi dalam membuka pintu kesempatan kerja bagi ragam disabilitas yang selama ini rentan menghadapi stigma negatif
Salah satu contoh nyata diperlihatkan oleh pengelola Rumah Batik Kinarsih yang merangkul kelompok disabilitas mental ke dalam lini produksi mereka
Langkah inklusif serupa juga diadopsi secara baik oleh manajemen PT Burger Buto serta Warung Bambu Barokah yang memberikan ruang berkarya bagi penyandang disabilitas intelektual atau tunagrahita
Cris tidak menampik bahwa tembok stigma sosial di tengah masyarakat sering kali bertindak sebagai batu sandungan terbesar bagi para penyandang disabilitas untuk masuk ke dunia industri
Namun dengan skema pendampingan serta tata kelola manajemen yang presisi, para pekerja disabilitas terbukti mampu menelurkan kontribusi positif bagi pertumbuhan bisnis perusahaan
Kemnaker menaruh harapan besar agar potret praktik baik yang lahir dari wilayah Malang dan Blitar ini dapat memicu inspirasi bagi para pelaku usaha di berbagai daerah lainnya di Indonesia
Pemerintah ingin menanamkan pemahaman kolektif di kalangan dunia usaha bahwa pembentukan ruang kerja yang inklusif sangat mungkin direalisasikan di era modern
Penerapan sistem kerja yang setara ini diyakini tidak akan menurunkan performa bisnis melainkan justru mampu mempertebal produktivitas, mengencangkan rasa solidaritas, serta menaikkan nilai kemanusiaan di dalam internal korporasi














