Indonesia Bangkit, Kunjungan Wisatawan Asing April 2026 Lampaui Thailand dan Malaysia


JurnalPatroliNews – BADUNG — Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mengungkapkan Indonesia mulai menunjukkan kebangkitan sektor pariwisata setelah sempat tertinggal dari Thailand dan Vietnam dalam persaingan destinasi wisata Asia Tenggara.

Hal itu disampaikan Widiyanti di sela pembukaan Bali and Beyond Travel Fair (BBTF) 2026 di The Westin Resort Nusa Dua, Bali, Kamis malam (28/5/2026).

Menurut Widiyanti, kondisi geopolitik global, termasuk perang dunia dan lonjakan harga minyak bumi, turut berdampak pada industri pariwisata Indonesia. Pembatalan sejumlah penerbangan dari kawasan Eropa dan Timur Tengah disebut memengaruhi jumlah kedatangan wisatawan mancanegara ke Tanah Air.

“Indonesia sebelumnya berada di bawah Thailand dan Vietnam. Tapi bulan lalu (April) Indonesia kunjungannya meningkat paling tinggi dibandingkan Thailand dan Malaysia,” ujar Widiyanti.

Ia mengatakan, berdasarkan data Kementerian Pariwisata, pada awal April 2026 terjadi lonjakan signifikan kunjungan wisatawan asing ke Indonesia, khususnya ke Bali.

Widiyanti menilai penyelenggaraan BBTF 2026 yang berlangsung pada 28–30 Mei menjadi momentum penting untuk merebut kembali pasar wisatawan internasional, terutama setelah terjadinya pergeseran pasar akibat dinamika global.

Menurut dia, pemerintah kini memperkuat promosi ke pasar Asia Tenggara, Asia Timur, Oseania, dan India yang menunjukkan tren pertumbuhan positif dalam beberapa bulan terakhir.

“Kita lakukan penguatan promosi ke pasar Asia Tenggara, Asia Timur, Oseania, dan India. Pertumbuhan kunjungan dari wilayah itu meningkat dalam beberapa bulan terakhir,” katanya.

Selain promosi, pemerintah juga terus mendorong pembukaan rute penerbangan baru dengan menggandeng maskapai penerbangan, kementerian terkait, serta lintas lembaga guna menekan harga tiket dan memperkuat konektivitas udara.

Sementara itu, Ketua Panitia BBTF 2026 Putu Winastra menyebut penyelenggaraan tahun ini menjadi salah satu pencapaian terbesar industri pariwisata nasional. Sebanyak 407 tour operator dari 44 negara ambil bagian dalam ajang tersebut bersama 286 exhibitor internasional.

Menurut Putu, tingginya partisipasi internasional membuktikan Bali dan Indonesia masih menjadi magnet utama pariwisata dunia. Bahkan, Namibia turut hadir dengan paviliun khusus dalam pameran tahun ini.

Putu menegaskan pihaknya mendukung langkah pemerintah dalam membangun pariwisata berkualitas yang tidak hanya mengejar jumlah wisatawan, tetapi juga memperkuat keberlanjutan industri.

“Bukan hanya berorientasi pada jumlah kunjungan, tapi juga pada kepercayaan pasar, kekuatan budaya, dan pemerataan manfaat ekonomi,” ujar Putu.

Komentar