Tragedi di Karanganyar: Ambulans Terhambat Konvoi Pesilat, Pasien Kritis Meninggal Dunia

JurnalPatroliNews – Jakarta – Seorang pria lansia bernama Hadi Sukat (61), warga Desa Karangpandan, Kabupaten Karanganyar, mengembuskan napas terakhirnya setelah mengalami keterlambatan penanganan medis pada Minggu dini hari.

Insiden memilukan ini diduga kuat terjadi akibat laju ambulans yang hendak menjemput korban terhambat oleh kerumunan konvoi anggota perguruan silat yang menutup akses jalan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Hadi Sukat dinyatakan meninggal dunia di Puskesmas Karangpandan pada pukul 02.30 WIB.

Kepergian almarhum meninggalkan duka mendalam bagi seorang istri, empat anak, serta delapan orang cucu.

Jenazah almarhum telah dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum Nongko 2, Gedangan, pada siang harinya.

Seorang pengemudi ambulans yang terlibat dalam kejadian tersebut menceritakan detik-detik sulit saat kendaraannya terjebak di sekitar kawasan terminal dan jembatan arah timur Karanganyar.

Ia mengungkapkan bahwa saat itu ambulans sedang bergegas menuju lokasi penjemputan setelah menerima panggilan darurat.

Namun, perjalanan tim medis terhalang oleh kepadatan massa yang memenuhi jalanan hingga membuat kendaraan sulit bergerak.

Pengemudi tersebut juga menyayangkan sikap massa yang sering kali meremehkan ambulans tanpa pasien di dalamnya.

Padahal, ambulans yang terlihat kosong bisa jadi sedang menjalankan misi krusial untuk menyelamatkan nyawa orang lain.

Bahkan, dalam situasi yang mencekam itu, pengemudi mengaku sempat diteriaki oleh kerumunan massa karena dianggap membawa kendaraan kosong tanpa urgensi.

Di sisi lain, pihak kepolisian melalui Kabagops Polres Karanganyar, Kompol Dudi Pramudya, menyatakan bahwa pihaknya belum menerima laporan resmi terkait insiden tersebut.

Meski demikian, Kompol Dudi menegaskan akan melakukan penelusuran lebih lanjut jika ditemukan bukti-bukti kuat adanya penghambatan kendaraan darurat.

Ia mengklaim bahwa jumlah massa konvoi pada malam kejadian sebenarnya jauh lebih sedikit dibandingkan biasanya karena tersebar ke berbagai daerah.

Kendati demikian, kepolisian mengakui adanya keramaian di beberapa titik strategis, termasuk arah Karangpandan dan Tawangmangu menjelang pukul dua pagi.

Komentar