JurnalPatroliNews | Depok – Kesadaran finansial di kalangan generasi muda menjadi perhatian penting di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital. Menjawab tantangan tersebut, mahasiswa Program Studi Akuntansi Universitas Pamulang (Unpam) menggelar kegiatan sosialisasi literasi keuangan bagi siswa SMK Al-Hasra, Depok, pada 7 Mei 2026.
Kegiatan yang merupakan bagian dari Pengabdian Mahasiswa kepada Masyarakat (PMKM) ini bertujuan memberikan pemahaman kepada pelajar mengenai pentingnya mengelola keuangan sejak dini, khususnya dalam penggunaan uang saku di era transaksi digital yang semakin berkembang.
Perkembangan teknologi keuangan, seperti penggunaan e-wallet dan berbagai layanan pembayaran digital, telah memberikan kemudahan dalam bertransaksi. Namun, di balik kemudahan tersebut, muncul tantangan baru berupa meningkatnya risiko perilaku konsumtif akibat kemudahan berbelanja dan berbagai promosi yang ditawarkan platform digital.
Melalui kegiatan edukatif ini, mahasiswa Unpam mengajak para siswa untuk memahami pentingnya literasi keuangan sebagai bekal menghadapi dinamika kehidupan modern. Materi yang disampaikan mencakup berbagai persoalan keuangan yang kerap dialami remaja, seperti kebiasaan boros, pembelian impulsif (impulsive buying), serta minimnya perencanaan keuangan pribadi.
Para pemateri menjelaskan bahwa literasi keuangan merupakan kemampuan seseorang dalam memahami, mengelola, serta mengambil keputusan keuangan secara tepat. Kemampuan tersebut dinilai penting untuk membantu pelajar mengatur pengeluaran, menyusun prioritas kebutuhan, dan membangun kebiasaan finansial yang sehat sejak usia muda.
Selain itu, mahasiswa juga memberikan pemahaman mengenai pentingnya pengelolaan uang saku di tengah maraknya penggunaan transaksi non-tunai. Menurut mereka, sistem pembayaran digital sering kali membuat seseorang kurang menyadari besarnya pengeluaran karena transaksi berlangsung secara cepat dan praktis.
Sebagai langkah sederhana, para siswa diajak untuk mulai membuat anggaran harian, membedakan antara kebutuhan dan keinginan, membiasakan diri menabung secara rutin, serta menggunakan layanan dompet digital secara lebih bijaksana dan terukur.
Kegiatan berlangsung interaktif dengan adanya sesi diskusi dan tanya jawab. Para siswa terlihat antusias mengikuti seluruh rangkaian acara dan aktif mengajukan berbagai pertanyaan seputar cara mengatur uang saku, membangun kebiasaan menabung, hingga strategi menghindari godaan belanja yang dipicu tren maupun promosi digital.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa Universitas Pamulang berharap para pelajar dapat memahami bahwa pengelolaan keuangan bukan sekadar menyisihkan uang untuk ditabung, tetapi juga tentang kemampuan mengambil keputusan yang tepat dalam setiap pengeluaran.
Dengan meningkatnya literasi keuangan, para siswa diharapkan mampu menentukan prioritas kebutuhan secara lebih bijak, menghindari perilaku konsumtif, serta membangun fondasi keuangan yang kuat untuk masa depan.
Kegiatan PMKM ini menjadi bukti nyata kontribusi akademik mahasiswa dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan masyarakat, khususnya dalam membangun kesadaran finansial di kalangan pelajar sebagai generasi penerus bangsa.
“Kelola uang dengan bijak, bedakan kebutuhan dan keinginan, serta biasakan menabung sejak dini agar tercipta masa depan yang lebih terencana dan sejahtera,” menjadi pesan utama yang disampaikan kepada para peserta selama kegiatan berlangsung.















Komentar