Tangis Haru Warnai Penutupan Haji 2026, Menhaj Lepas Rompi Petugas di Surabaya

JurnalPatroliNews | Surabaya – Penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026 resmi berakhir setelah seluruh jemaah Indonesia kembali ke Tanah Air. Momen penutupan operasional berlangsung penuh haru di Asrama Haji Embarkasi Sukolilo Surabaya (AHESS), Rabu (1/7/2026), ditandai dengan sujud syukur Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf.

Suasana emosional mewarnai seremoni penutupan ketika Menteri Haji dan Umrah bersama jajaran pejabat Kementerian Haji dan Umrah menyampaikan rasa syukur atas selesainya seluruh rangkaian operasional haji yang berlangsung sejak proses pemberangkatan hingga pemulangan jemaah.

Usai menyampaikan laporan akhir penyelenggaraan haji, Irfan Yusuf maju ke depan dan melakukan sujud syukur yang kemudian diikuti para pejabat kementerian sebagai simbol rasa syukur atas kelancaran pelaksanaan ibadah haji tahun ini.

Momen tersebut dilanjutkan dengan pelepasan rompi dinas petugas haji yang selama ini dikenakannya selama masa operasional. Rompi itu kemudian ditandatangani sebagai simbol berakhirnya tugas penyelenggaraan ibadah haji 2026.

“Alhamdulillah, Kloter Ujung Pandang 43 telah mendarat di Indonesia. Dengan demikian seluruh proses pemulangan jemaah haji Indonesia telah selesai sesuai harapan. Saya nyatakan operasional haji tahun 2026 resmi ditutup,” ujar Irfan.

Lebih dari 202 Ribu Jemaah Dilayani

Dalam laporannya, Menteri Haji mengungkapkan pemerintah telah memberangkatkan sebanyak 202.636 jemaah haji reguler yang tergabung dalam 527 kelompok terbang (kloter) melalui 16 embarkasi di seluruh Indonesia.

Selain itu, sebanyak 16.585 jemaah haji khusus diberangkatkan melalui Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) dengan pendampingan 1.016 petugas.

Komposisi jemaah tahun ini didominasi kelompok rentan, terdiri atas 44.247 jemaah lanjut usia, sekitar 170.700 jemaah dengan kategori risiko tinggi, 370 jemaah berkebutuhan khusus, serta 275 pengguna kursi roda.

Menurut Irfan, seluruh jemaah ditempatkan di 121 hotel di Madinah dan 182 hotel di Makkah guna mendukung kenyamanan selama menjalankan rangkaian ibadah.

Distribusi 24 Juta Boks Makanan

Selama operasional berlangsung, pemerintah mendistribusikan sekitar 24,18 juta boks makanan kepada jemaah. Jumlah tersebut setara dengan 127 kali layanan konsumsi bagi setiap jemaah selama berada di Tanah Suci.

Sementara di sektor kesehatan, pemerintah mengoperasikan 45 klinik satelit di Makkah dan Madinah, dua Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI), serta menjalin kerja sama dengan sejumlah rumah sakit di Arab Saudi guna memastikan pelayanan medis berjalan optimal.

Data Pembayaran Dam

Kementerian Haji dan Umrah juga mencatat sebanyak 135.302 jemaah menunaikan pembayaran dam melalui program Adahi. Sementara 53.506 jemaah memilih membayar dam di Indonesia, 6.453 jemaah menggantinya dengan ibadah puasa, dan 4.048 jemaah yang melaksanakan haji ifrad tidak diwajibkan membayar dam.

Menutup keterangannya, Irfan menyampaikan apresiasi kepada seluruh petugas haji, pemerintah Arab Saudi, serta insan media yang dinilai berperan dalam menyampaikan informasi yang akurat kepada masyarakat selama penyelenggaraan ibadah haji berlangsung.

“Insyaallah tahun depan kita akan bekerja lebih baik lagi. Terima kasih kepada seluruh petugas dan rekan-rekan media yang telah membantu memberikan informasi yang benar kepada masyarakat di tengah maraknya informasi yang belum tentu dapat dipertanggungjawabkan,” pungkasnya.

Komentar