AS Perketat Blokade Iran, Kapal Komersial Dicegat di Jalur Strategis Hormuz

JurnalPatroliNews | Washington – Ketegangan di kawasan Teluk Persia kembali meningkat setelah Marinir Amerika Serikat (AS) melakukan operasi pemeriksaan terhadap kapal komersial M/T Wen Yao di Teluk Oman, Kamis (16/7), sebagai bagian dari penegakan blokade laut yang diberlakukan Washington terhadap Iran.

Komando Pusat Militer Amerika Serikat (CENTCOM) menyatakan operasi tersebut dilaksanakan oleh personel 11th Marine Expeditionary Unit (11th MEU) untuk memastikan kapal mematuhi kebijakan blokade yang sedang diterapkan.

Melalui pernyataan resminya di media sosial X, CENTCOM mengungkapkan bahwa hingga saat ini pasukan AS telah mengalihkan tiga kapal komersial yang diduga mencoba melanggar blokade. Dari jumlah tersebut, satu kapal dilaporkan dilumpuhkan karena tidak mematuhi instruksi, sementara kapal M/T Wen Yao dinaiki pasukan Marinir guna menjalani proses verifikasi kepatuhan.

CENTCOM juga menegaskan bahwa jalur pelayaran di Selat Hormuz dan perairan sekitarnya tetap terbuka bagi aktivitas pelayaran internasional. Namun, pengecualian diberlakukan terhadap kapal-kapal yang dinilai mencoba melanggar blokade laut Amerika Serikat terhadap Iran.

Serangan Militer AS Berlanjut

Di tengah operasi maritim tersebut, militer Amerika Serikat juga dilaporkan melanjutkan serangan ke sejumlah wilayah di Iran.

Sejumlah media Iran melaporkan bahwa serangan rudal Amerika menghantam kawasan di sekitar Pulau Qeshm, sebuah pulau strategis di Teluk Persia yang berada di dekat Selat Hormuz. Kantor berita FARS menyebut wilayah sekitar pulau tersebut menjadi sasaran serangan rudal, sementara kantor berita Tasnim melaporkan beberapa lokasi dihantam proyektil yang disebut berasal dari Amerika Serikat.

Selain itu, televisi pemerintah Iran juga melaporkan bahwa Bandar Abbas, kota pelabuhan utama di selatan negara tersebut, turut menjadi sasaran serangan pada Kamis malam.

Rangkaian operasi militer dan penegakan blokade tersebut menandai semakin meningkatnya eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran. Situasi di sekitar Selat Hormuz—salah satu jalur pelayaran energi terpenting di dunia—terus menjadi perhatian komunitas internasional karena berpotensi memengaruhi stabilitas keamanan kawasan dan distribusi energi global.

Komentar