Menaker Dorong Generasi Muda Bangun Innovation Nation demi Indonesia Emas 2045

JurnalPatroliNews | Pelalawan – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menegaskan bahwa kualitas sumber daya manusia (SDM) akan menjadi faktor penentu keberhasilan Indonesia mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.

Menurutnya, pembangunan nasional tidak hanya bergantung pada kemajuan teknologi maupun investasi, tetapi terutama pada kesiapan generasi muda dalam menghadapi perubahan dunia yang berlangsung sangat cepat.

Pernyataan tersebut disampaikan Yassierli saat memberikan pembekalan kepada 242 mahasiswa penerima beasiswa dalam kegiatan Tanoto Scholars Gathering (TSG) 2026 di RGE Exhibition Center, Pelalawan, Riau, Rabu (22/7/2026).

Dalam kesempatan itu, Menaker mengajak para peserta untuk mempersiapkan diri menjadi generasi yang adaptif, inovatif, dan memiliki visi jangka panjang agar mampu membawa Indonesia menjadi negara maju pada 2045.

Tiga Pola Pikir Generasi Masa Depan

Yassierli menjelaskan terdapat tiga pola pikir (mindset) yang harus dimiliki generasi muda agar mampu bersaing di tengah perubahan global.

Pertama adalah innovation mindset, yaitu keberanian untuk terus melahirkan solusi baru dalam menjawab berbagai tantangan.

Kedua, growth mindset, yakni semangat untuk terus belajar, mengembangkan kemampuan, dan menjadikan kegagalan sebagai bagian dari proses pembelajaran.

Sedangkan yang ketiga adalah future mindset, yaitu kemampuan melihat peluang dan tantangan masa depan sehingga setiap langkah yang diambil mampu memberikan dampak jangka panjang bagi masyarakat dan bangsa.

“Tiga kunci ini sangat krusial bagi generasi muda jika ingin menjadi pemimpin Indonesia Emas yang berdampak dan membawa Indonesia melompat lebih jauh,” ujar Yassierli.

Bangun Budaya Inovasi

Menurut Menaker, Indonesia tidak cukup hanya melahirkan proyek-proyek inovatif yang bersifat sementara.

Yang jauh lebih penting adalah membangun budaya inovasi sehingga kreativitas, pembaruan, dan semangat mencari solusi menjadi bagian dari karakter bangsa.

Ia menjelaskan bahwa inovasi tidak selalu identik dengan penemuan produk baru. Inovasi juga dapat diwujudkan melalui peningkatan kualitas layanan, pengembangan model bisnis, maupun penyempurnaan sistem kerja yang mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

Dengan budaya inovasi yang kuat, Indonesia dinilai akan lebih siap menghadapi dinamika dunia kerja sekaligus membuka peluang ekonomi baru di tengah persaingan global.

Menuju Innovation Nation

Dalam forum tersebut, Yassierli juga mengajak Tanoto Foundation untuk terus memperkuat pembinaan kepemimpinan dan karakter generasi muda melalui berbagai program pengembangan talenta.

Ia berharap Tanoto Scholars Gathering tidak hanya menjadi ajang mempertemukan mahasiswa berprestasi, tetapi juga menjadi ruang untuk membentuk pemimpin masa depan yang memiliki kepedulian sosial dan semangat inovasi.

“Mimpi saya di 2045, Indonesia menjadi negara yang besar hanya jika kita menjadi Innovation Nation atau bangsa yang inovatif. Inilah yang sekarang sedang saya kampanyekan,” tegasnya.

Menaker menilai keberhasilan mewujudkan Indonesia Emas 2045 sangat ditentukan oleh kualitas SDM yang mampu beradaptasi terhadap perubahan, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, serta terus menghadirkan inovasi yang memberikan manfaat bagi pembangunan nasional.

Komentar