JurnalPatroliNews | Jakarta — Nama Rocky Gerung kini masuk dalam jajaran Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) setelah Presiden Prabowo Subianto melantiknya di Istana Negara, Jakarta, Jumat (2/10/2026).
Rocky merupakan salah satu dari 24 anggota Wantimpres yang dilantik bersama Ketua Wantimpres Pratikno dan Wakil Ketua Hatta Rajasa. Dengan demikian, keseluruhan formasi baru Wantimpres berjumlah 26 orang. Pelantikan tersebut berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 107/P Tahun 2026 tentang Pengangkatan Keanggotaan Dewan Pertimbangan Presiden Republik Indonesia.
Masuknya Rocky ke lembaga tersebut menjadi babak baru dalam perjalanan panjangnya sebagai akademikus, filsuf, penulis dan komentator isu sosial-politik yang selama bertahun-tahun aktif di ruang publik.
Rocky Gerung lahir di Manado, Sulawesi Utara, 20 Januari 1959. Ia mulai menempuh pendidikan tinggi di Universitas Indonesia pada 1979 dengan mengambil jurusan Ilmu Hubungan Internasional.
Namun, studi tersebut tidak diselesaikannya. Rocky kemudian beralih ke Ilmu Filsafat dan menyelesaikan pendidikan sarjananya pada 1986. Sejumlah sumber profil menyebut pengalaman akademiknya di UI menjadi salah satu fondasi penting perjalanan intelektual Rocky.
Setelah menyelesaikan pendidikan, Rocky kembali beraktivitas di lingkungan UI dan mengajar di Departemen Ilmu Filsafat selama sekitar 15 tahun.
Dalam periode tersebut, ia mengajar sejumlah mata kuliah yang berkaitan dengan filsafat politik, teori keadilan, filsafat ekonomi, hukum lingkungan dan bidang pemikiran lainnya.
Rocky kemudian berhenti mengajar di UI sekitar 2015. Salah satu faktor yang diberitakan berkaitan dengan ketentuan kualifikasi pendidikan bagi dosen, sementara pendidikan formal Rocky berada pada jenjang sarjana.
Karier Rocky tidak berhenti di lingkungan perguruan tinggi.
Ia dikenal sebagai salah satu pendiri Setara Institute, lembaga yang bergerak pada isu demokrasi, hak asasi manusia, toleransi dan keberagaman. Rocky juga pernah aktif dalam Perhimpunan Pendidikan Demokrasi (P2D).
Selain itu, Rocky pernah menjadi pengajar di sejumlah lembaga pendidikan dan pelatihan, termasuk memberikan materi yang berkaitan dengan filsafat, politik serta persoalan sosial kepada peserta dari berbagai latar belakang.
Ia juga pernah memimpin Sekolah Ilmu Sosial (SIS), lembaga pendidikan nonformal yang menggunakan pendekatan interdisipliner dalam membahas berbagai persoalan sosial.
Sebelum dikenal luas sebagai komentator politik di berbagai forum media, Rocky juga pernah bersentuhan langsung dengan aktivitas kepartaian.
Pada 2002, Rocky tercatat sebagai salah satu pendiri Partai Indonesia Baru (PIB) bersama Sjahrir dan sejumlah tokoh lainnya. Data historis mengenai partai tersebut juga mencatat nama Rocky sebagai salah satu deklarator.
Pada 2011, Rocky kemudian tercatat dalam struktur Partai Serikat Rakyat Independen (SRI). Dalam struktur partai tersebut, namanya masuk sebagai anggota Majelis Pertimbangan Partai dan juga tercatat memegang posisi di bidang politik dan pendidikan.
Partai SRI pada masa itu dikenal sebagai salah satu kekuatan politik yang mendukung pencalonan Sri Mulyani untuk Pemilu Presiden 2014, meski partai tersebut kemudian tidak lolos proses verifikasi untuk menjadi peserta Pemilu 2014.
Nama Rocky Gerung semakin dikenal masyarakat luas melalui berbagai forum diskusi dan program televisi. Pemikiran dan komentarnya mengenai politik, pemerintahan, demokrasi serta persoalan sosial membuatnya kerap menjadi narasumber di ruang publik.
Latar belakang filsafat menjadi bagian dari cara Rocky menjelaskan berbagai persoalan yang dibahasnya. Ia juga aktif menyampaikan pandangan melalui forum publik dan kanal digital miliknya.
Posisi tersebut membuat Rocky lebih dikenal publik bukan hanya sebagai mantan pengajar filsafat, tetapi juga sebagai intelektual publik yang aktif menyampaikan pandangan mengenai berbagai persoalan kebangsaan.
Di luar aktivitas akademik dan sosial-politik, Rocky juga memiliki keterlibatan dalam organisasi olahraga.
Dalam struktur resmi Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) periode 2023-2027, Rocky Gerung tercatat sebagai Wakil Ketua Bidang Panjat Tebing Alam dan Rekreasi. Posisi tersebut tercantum dalam struktur kepengurusan PP FPTI.
Keterlibatan tersebut menjadi bagian lain dari perjalanan Rocky di luar dunia akademik dan politik.
Pelantikan di Istana pada 2 Oktober 2026 menempatkan Rocky dalam posisi kelembagaan yang berbeda dari peran yang selama ini dikenal publik.
Sebelumnya, ia lebih banyak tampil sebagai akademikus dan intelektual publik dalam berbagai forum diskusi. Kini, namanya tercatat sebagai salah satu anggota Wantimpres yang secara kelembagaan berada dalam struktur yang memberikan nasihat dan pertimbangan kepada Presiden.
Dalam prosesi pelantikan, Rocky bersama anggota lainnya mengucapkan sumpah jabatan di hadapan Presiden Prabowo dan kemudian menandatangani berita acara pelantikan.
Perubahan posisi tersebut menjadi catatan baru dalam perjalanan Rocky Gerung, dari ruang akademik, organisasi sosial, aktivitas politik dan forum publik menuju lembaga resmi yang memberikan pertimbangan kepada Presiden.
Tugasnya kini berada dalam kerangka kelembagaan Wantimpres sesuai mandat peraturan perundang-undangan. Pelantikan itu sekaligus menandai dimulainya peran baru Rocky dalam struktur pemerintahan Indonesia.














Komentar