JurnalPatroliNews – Jakarta – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan tajam pada perdagangan Senin (9/3/2026). Sejak awal sesi perdagangan, pasar saham domestik dibanjiri aksi jual oleh pelaku pasar.
Pada pembukaan perdagangan pagi, IHSG bahkan sempat terperosok hingga minus 5,2 persen ke level 7.156. Saat itu tercatat sebanyak 449 saham mengalami penurunan, 57 saham menguat, dan 158 saham bergerak stagnan dengan nilai transaksi sekitar Rp1,5 triliun.
Memasuki sesi berikutnya, pelemahan masih berlanjut. Hingga penutupan sesi I, IHSG tercatat turun 3,49 persen atau merosot 264 poin ke posisi 7.321.
Tekanan di bursa terlihat dari dominasi saham yang bergerak di zona merah. Sebanyak 717 saham tercatat melemah, sementara hanya 63 saham yang menguat dan 36 saham tidak mengalami perubahan harga.
Aktivitas perdagangan juga tercatat cukup tinggi. Nilai transaksi sepanjang sesi mencapai Rp13,94 triliun dengan volume perdagangan mencapai 31,15 miliar saham yang diperdagangkan dalam 1,61 juta kali transaksi.
Pelemahan terjadi hampir di seluruh sektor perdagangan saham. Sektor industri serta sektor konsumer non-primer menjadi dua sektor yang mencatatkan koreksi paling dalam pada perdagangan hari ini.
Secara mingguan, tekanan terhadap IHSG juga terlihat cukup signifikan. Dalam sepekan terakhir, indeks tercatat telah turun hampir 8 persen, menjadi pelemahan paling tajam yang bahkan melampaui gejolak pasar saat peristiwa MSCI Crash pada akhir Januari lalu.












