Iran Menuduh UEA Memicu Perang

  • Whatsapp
Presiden AS Donald Trump menyaksikan Menteri Luar Negeri UEA Abdullah bin Zayed Al-Nahyan (kanan) berbicara dari Truman Balcony di Gedung Putih selama upacara penandatanganan Kesepakatan Abraham, di Halaman Selatan Gedung Putih di Washington, DC, September 15, 2020. (AFP)

Jurnalpatrolinews – Teheran : Republik Islam Iran pada hari Rabu menuduh Uni Emirat Arab (UEA) menghasut perang, mengklaim bahwa itu menjadi bagian dari krisis di Asia Barat setelah menandatangani kesepakatan damai dengan Israel, RT melaporkan.

Dalam sebuah pernyataan, Kementerian Luar Negeri Iran mengumumkan: “Normalisasi hubungan UEA dengan Israel berubah menjadi krisis di Asia Barat.”

Bacaan Lainnya

Menteri Luar Negeri UEA Abdullah Bin Zayed Al-Nahyan menegaskan di Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa bahwa negaranya “tidak akan pernah menyerah menuntut Iran untuk mengembalikan pulau-pulau UEA,” menyerukan Iran untuk menghormati prinsip-prinsip lingkungan.

Iran menegaskan bahwa: ” UEA mencampuri secara destruktif dalam urusan negara-negara di kawasan dan mengambil bagian langsung dan efektif dalam menghasut perang.”

Sementara itu, Al-Nahyan mengungkapkan bahwa kesepakatan damai antara negaranya dan pendudukan Israel membuka cakrawala baru di kawasan.

“Dengan penandatanganan perjanjian perdamaian bersejarah dengan Israel, didukung oleh upaya Amerika, negara saya dapat membekukan keputusan aneksasi dan membuka prospek luas untuk mencapai perdamaian yang komprehensif di kawasan itu,” kata Al-Nahyan kepada Majelis Umum PBB dalam sebuah pidato rekaman yang disiarkan pada hari Selasa.

“Kami berharap kesepakatan damai ini akan memberikan kesempatan bagi Palestina dan Israel untuk kembali terlibat dalam negosiasi untuk mencapai perdamaian,” tambahnya.

Pos terkait