JurnalPatroliNews – Jakarta – Presiden RI Prabowo Subianto menyampaikan keprihatinan mendalam atas perkembangan situasi di Tepi Barat yang dinilai berpotensi mengganggu berbagai inisiatif stabilisasi di Gaza. Pernyataan tersebut disampaikan saat pertemuan bilateral dengan Abdullah II di Istana Basman, Amman, Rabu (25/2/2026).
Dalam pengantar pertemuan, Prabowo menegaskan bahwa dinamika keamanan di Tepi Barat tidak bisa dipandang terpisah dari proses perdamaian yang sedang diupayakan di kawasan, khususnya di Jalur Gaza.
“Kami sangat prihatin terhadap permasalahan di Tepi Barat. Kami merasa hal ini dapat memengaruhi keberhasilan apa pun yang sedang kita upayakan di Gaza,” ujar Prabowo di hadapan Raja Yordania.
Menurut Kepala Negara, Indonesia dan Kerajaan Yordania Hasyimiah memiliki kesamaan pandangan dengan sejumlah negara di kawasan terkait pentingnya menjaga stabilitas regional serta mendorong penyelesaian konflik secara adil dan berkelanjutan. Karena itu, ia menilai koordinasi yang lebih erat antara kedua negara menjadi langkah strategis.
Prabowo menekankan perlunya kerja sama intensif agar kedua pihak dapat memahami situasi secara komprehensif dan merespons setiap perkembangan dengan cepat serta tepat. Ia menyebut tim dari kedua negara akan bekerja secara lebih dekat guna memastikan langkah diplomasi berjalan selaras.
Sejak pecahnya perang Israel di Jalur Gaza pada 8 Oktober 2023, ketegangan juga meluas ke wilayah Tepi Barat, termasuk Yerusalem Timur. Operasi militer Israel dilaporkan meningkat, mencakup penyerbuan, penangkapan massal, hingga ekspansi permukiman.
Data otoritas Palestina mencatat lebih dari 1.115 warga Palestina tewas dan sekitar 11.500 lainnya terluka sejak periode tersebut. Selain itu, sekitar 22.000 warga Palestina dilaporkan ditangkap di wilayah Tepi Barat, termasuk Yerusalem Timur.
Situasi semakin memanas setelah pemerintah Israel menyetujui kebijakan yang memungkinkan perampasan tanah Palestina dengan mendaftarkannya sebagai “milik negara”. Kebijakan itu memicu kecaman dari sejumlah negara Arab serta komunitas internasional.
Indonesia sendiri secara konsisten menegaskan dukungannya terhadap kemerdekaan Palestina dan penyelesaian konflik melalui jalur diplomasi, sejalan dengan amanat konstitusi untuk menolak segala bentuk penjajahan di atas dunia.














