KorupsiPolitik

Uang Negara Rp 42 Triliun Dikorupsi, Ganjar: Bisa Bangun 8.400 Puskesmas!

Beno
×

Uang Negara Rp 42 Triliun Dikorupsi, Ganjar: Bisa Bangun 8.400 Puskesmas!

Sebarkan artikel ini
Ganjar Pranowo Beri Kuliah Kebangsaan di Universitas Muhammadiyah Cirebon

JurnalPatroliNews – Jakarta – Ganjar Pranowo, calon Presiden, bersama calon Wakil Presiden Mahfud Md. Menegaskan komitmen mereka dalam menindak korupsi jika terpilih dalam Pemilihan Presiden 2024. Dalam klaimnya, Ganjar mengungkapkan bahwa kerugian negara akibat korupsi mencapai Rp 42 triliun.

Dalam acara kuliah kebangsaan di Convention Hall Universitas Muhammadiyah Cirebon, Ganjar mengungkapkan potensi pembangunan dengan dana sebesar itu. “Dengan uang sebanyak Rp 42 triliun, kita bisa membangun 8.400 puskesmas dengan nilai masing-masing Rp 5 miliar,” ujarnya.

JPN - advertising column


Example 300x600
JPN - advertising column

Tak hanya itu, mantan Gubernur Jawa Tengah ini juga berkomitmen untuk memperkuat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) agar kembali menjadi lembaga yang independen. Meski tidak menjelaskan secara rinci langkah-langkahnya, Ganjar menegaskan perlunya memperkuat KPK dalam mengatasi korupsi.

“Kalau kemudian orang sudah marah pada situasi koruptif, maka kita harus melakukan tindakan yang ekstra seperti menguatkan KPK dan bikin KPK makin independen,” ungkapnya.

Selain itu, Ganjar berencana menjadikan Lapas Nusakambangan sebagai penjara khusus bagi narapidana koruptor untuk memberikan efek jera. Nusakambangan, sebuah pulau kecil di Cilacap, Jawa Tengah, diusulkan sebagai tempat yang terpencil dan sulit diakses.

“Dengan lokasinya yang jauh dan sulit dijangkau, masih banyak semak belukar. Dulu, ada narapidana terkenal seperti Johny Indo yang melarikan diri hingga diangkat menjadi film. Apakah setuju jika koruptor dipenjara di sana?” tanya Ganjar, mendapat persetujuan dari mahasiswa.

Salah satu mahasiswa, Novita, mendukung gagasan Ganjar tersebut. Ia menyatakan kejenuhan masyarakat terhadap ketidakseimbangan hukum di Indonesia, yang dianggapnya tajam ke bawah namun tumpul ke atas. “Saya tahu ada perlakuan istimewa terhadap narapidana koruptor di dalam penjara,” ujarnya.