BPBD Jateng Gandeng BNPB Lakukan Modifikasi Cuaca Guna Percepat Pemulihan Pascabencana

JurnalPatroliNews – Jakarta – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah resmi memulai Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah Perairan Utara Jawa Tengah sejak Selasa (27/1/2026). Langkah ini diambil sebagai upaya mitigasi guna mengurangi intensitas curah hujan di daratan, terutama di wilayah-wilayah yang saat ini sedang dalam masa penanganan darurat pascabencana.

Operasi ini dijadwalkan akan terus berlangsung hingga 29 Januari 2026 berdasarkan instruksi Gubernur yang dikoordinasikan langsung dengan Kepala BNPB.

Kalakhar BPBD Jateng, Bergas C. Penanggungan, menjelaskan bahwa modifikasi cuaca ini merupakan instrumen penting untuk mendukung pemulihan di wilayah terdampak bencana.

Dalam teknis pelaksanaannya, tim di lapangan menggunakan material kapur dan garam sebagai bahan semai. Kapur berfungsi untuk menahan pertumbuhan awan agar hujan tidak jatuh di lokasi bencana, sementara garam digunakan untuk memicu hujan agar turun lebih awal di wilayah perairan sebelum awan mencapai daratan.

Pada sorti ketiga yang dilaksanakan Rabu (28/1), pesawat jenis PK-SCJ telah melakukan penyemaian satu ton atau 1.000 kilogram Natrium Klorida (NaCl) di atas perairan utara Jawa Tengah.

Flight Scientist PT Makson Sukses Pratama, Fadhlan Rizakul Hafidz, memaparkan bahwa penyemaian dilakukan pada koordinat jarak 52 hingga 82 nautical mile dari Bandara Ahmad Yani Semarang. Area tersebut dipilih karena secara meteorologis memiliki potensi pertumbuhan awan hujan yang sangat tinggi.

Berdasarkan pemantauan udara, tim menyasar awan Cumulus Congestus dengan ketinggian puncak mencapai 15.000 kaki.

Dengan mengalihkan pertumbuhan awan hujan ke laut, diharapkan potensi banjir dan genangan akibat bencana hidrometeorologi di daratan dapat ditekan secara signifikan. Langkah ini dipandang krusial mengingat saat ini wilayah Jawa Tengah sedang memasuki puncak musim hujan yang rawan akan fenomena hujan ekstrem.