JurnalPatroliNews – Jakarta – Kementerian Sosial (Kemensos) bergerak cepat melakukan penanganan pascabencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyatakan bahwa pihaknya telah berkolaborasi dengan pemerintah daerah untuk mendirikan dapur umum serta menyalurkan bantuan logistik guna menjamin terpenuhinya kebutuhan dasar para warga terdampak.
Bencana yang dipicu oleh hujan lebat di lereng Gunung Slamet pada Jumat (23/1) malam tersebut menyebabkan sungai meluap dengan ketinggian air mencapai dua hingga tiga meter.
Empat desa di Kecamatan Karangreja dan Mrebet menjadi wilayah terdampak paling parah, dengan catatan satu korban jiwa dan satu luka berat.
Sebanyak 1.121 warga terpaksa mengungsi setelah 146 rumah serta berbagai fasilitas umum seperti posyandu dan balai desa mengalami kerusakan fisik akibat terjangan material air dan bebatuan.
Untuk mendukung operasional pengungsian, Kemensos bersama Dinas Sosial setempat, TNI-Polri, PMI, dan Baznas telah mengaktifkan dapur umum di Desa Serang dan Desa Sangkanayu.
Bantuan logistik tahap pertama juga telah dikirimkan dari Gudang Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah, mencakup paket makanan siap saji, tenda keluarga, kasur, selimut, serta paket khusus untuk anak-anak dan perlengkapan keluarga (family kit).
Gus Ipul menegaskan bahwa petugas di lapangan saat ini masih terus fokus melakukan pendataan dan asesmen cepat. Selain pemenuhan konsumsi, alat berat juga telah dikerahkan untuk membuka akses jalan yang sempat terputus serta melakukan pembersihan material banjir.
Sementara itu, distribusi air bersih melalui PDAM terus berjalan seiring dengan mulai normalnya aliran listrik di beberapa titik pengungsian untuk memastikan keselamatan dan kenyamanan warga selama masa tanggap darurat.














