Dari Pemilu ke Pemilu, Surya Paloh Minta Gerakan Perubahan Terus Berjalan

JurnalPatroliNews | Jakarta — Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh menekankan bahwa gerakan perubahan tidak semestinya hanya muncul menjelang pemilihan umum. Menurut dia, perubahan harus menjadi proses berkelanjutan dalam kehidupan berbangsa.

Pesan tersebut disampaikan Surya saat membuka Laboratorium Gerakan (Laga) Perubahan 2.0 “NasDem Naik Kelas”, Pelatihan Kader Penggerak untuk Pengembangan Partai Angkatan VIII, di Akademi Bela Negara (ABN) Partai NasDem, Jakarta, Jumat (18/9/2026).

Kegiatan tersebut diikuti ratusan kader NasDem dari Sulawesi Selatan, Bali, dan Kalimantan Timur.

Perubahan Tidak Berhenti di Kotak Suara

Dalam arahannya, Surya mempertanyakan mengapa Indonesia belum mampu mencapai kemajuan yang lebih besar meski memiliki potensi serta cita-cita yang telah diwariskan para pendiri bangsa.

Ia mengaitkan persoalan tersebut dengan cara masyarakat memandang realitas dan fakta kehidupan berbangsa.

“Jawaban yang paling sederhana adalah karena kita selalu mempermainkan akal sehat kita. Kita tidak jujur kepada objektivitas sebagai fakta yang ada di tengah-tengah kehidupan bangsa yang kita miliki,” ujar Surya.

Menurut Surya, perubahan membutuhkan kemauan untuk bergerak dan bertindak. Ia juga menempatkan pendidikan politik sebagai salah satu bagian penting dalam proses tersebut.

Partai politik, kata dia, memiliki posisi strategis dalam memberikan pendidikan politik sekaligus mendorong kader agar memahami persoalan masyarakat dan kehidupan kebangsaan.

Pendidikan Politik Jadi Bagian Gerakan

Surya menilai gerakan perubahan tidak cukup dibangun melalui gagasan atau pernyataan politik semata. Diperlukan tindakan yang dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan.

Dalam konteks kepartaian, pendidikan politik menjadi salah satu instrumen untuk membangun pemahaman kader mengenai tanggung jawab politik dan kehidupan masyarakat.

Pandangan tersebut menjadi bagian dari arahan Surya kepada kader yang mengikuti Laga Perubahan 2.0. Forum kaderisasi itu menjadi ruang pembekalan bagi kader penggerak NasDem.

Dari Pemilu ke Pemilu

Surya kemudian menegaskan bahwa gerakan perubahan memiliki dimensi yang lebih panjang daripada sekadar agenda elektoral.

“Itulah hakikinya gerakan perubahan. Maka ini adalah suatu hal yang bersifat abadi dalam kehidupan kita. Tidak terbatas pada pemilu satu kepada pemilu berikutnya,” jelasnya.

Pernyataan tersebut menempatkan gerakan perubahan sebagai proses yang menurut Surya harus terus berjalan, termasuk di antara satu momentum pemilu dan pemilu berikutnya.

Dengan demikian, kader partai tidak hanya diarahkan untuk aktif ketika kontestasi elektoral berlangsung, tetapi juga menjalankan fungsi politik dan pendidikan masyarakat dalam keseharian.

Kader Penggerak Disiapkan

Laga Perubahan 2.0 “NasDem Naik Kelas” merupakan bagian dari kegiatan pengembangan kader penggerak Partai NasDem. Akademi Bela Negara NasDem sendiri merupakan lembaga pendidikan politik yang didirikan untuk pengembangan kader dengan aspek kepribadian, kepartaian, dan kebangsaan.

Melalui kegiatan tersebut, Surya menekankan pentingnya kesinambungan gerakan perubahan dan penguatan pendidikan politik.

Bagi NasDem, pesan tersebut menjadi bagian dari agenda kaderisasi partai yang diarahkan untuk menjaga keberlanjutan gerakan politik, tidak hanya pada masa kampanye atau menjelang pemilu, tetapi juga dalam aktivitas politik di tengah masyarakat.

Komentar