Imigrasi Bongkar Sindikat Love Scamming di Tangerang, 27 WNA Manfaatkan AI HelloGPT

JurnalPatroliNews – Jakarta -Direktorat Jenderal Imigrasi berhasil membongkar jaringan sindikat love scamming internasional yang beroperasi di wilayah Tangerang dan Tangerang Selatan. Kelompok ini diketahui memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI) bernama HelloGPT untuk menjerat korban lintas negara, terutama warga negara Korea Selatan.

HelloGPT merupakan aplikasi AI yang dimodifikasi oleh para pelaku untuk membantu membalas pesan secara otomatis.

Teknologi ini memungkinkan pelaku membangun hubungan emosional palsu secara intens dengan target tanpa harus mengetik secara manual satu per satu. Penggunaan AI ini membuat komunikasi terasa lebih natural dan meyakinkan di mata korban.

Plt Direktur Jenderal Imigrasi, Yuldi Yusman, menjelaskan bahwa modus operandi ini terungkap setelah pengamanan 27 warga negara asing (WNA) dalam operasi pengawasan keimigrasian pada pertengahan Januari 2026.

Para pelaku awalnya mengumpulkan data pribadi dan nomor telepon calon korban di luar negeri, kemudian menghubungi mereka melalui aplikasi pesan singkat seperti Telegram yang sudah terintegrasi dengan sistem HelloGPT.

Dalam menjalankan aksinya, para pelaku menyamar sebagai perempuan muda untuk memikat korban. Setelah komunikasi terjalin cukup lama dan hubungan emosional terbentuk, korban akan diajak melakukan panggilan video bermuatan seksual (video call sex).

Tanpa disadari oleh korban, pelaku merekam seluruh aksi tersebut untuk dijadikan bahan pemerasan atau blackmail guna meminta sejumlah uang.

Aktivitas ilegal ini dilakukan secara tertutup di lokasi-lokasi terpencil untuk menghindari kecurigaan aparat. Dalam penggerebekan tersebut, petugas menyita ratusan telepon genggam, belasan laptop, serta perangkat jaringan internet.

Saat ini, tim digital forensik Imigrasi tengah menganalisis seluruh barang bukti untuk memperkuat penegakan hukum terhadap para pelaku kejahatan siber tersebut.